Minggu, 17 Mei 2015

Fanfiction : Kotak Musik Gre (7) (#GreMids JKT48)

Kotak Musik Gre (7)

Aku keluar mengejar kak kinal. Ku lihat di lorong apartement sudah sepi. Cepat sekali kak kinal jalan nya. aku pun menoleh kesana kemari melihat kak kinal hingga sampai aku di loby apartement. Terus melihat, hingga mata ku terhenti di salah satu jendela besar di apartement ini ku lihat kak kinal dari kejauhan tengah duduk di taman apartement. Sesegera aku menemui kak kinal yang tengah terduduk sambil mengusap wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.

“kak?” panggil ku

Kak kinal langsung melihat kearah ku “ngapain kamu disini?”

“eehm...” bingung mau jawab apa. “kakak kenapa?” lanjutku langsung duduk di sebelah nya

“kamu ngak perlu tau mids”

“kak, kalau kakak punya masalah, kakak bisa cerita sama hamids”

“kamu masih kecil, ngak boleh tau urusan orang dewasa”

“kak, aku kenal betul sama kak ghaida. Apa yang tengah terjadi dengan kakak dan kak ghaida?”

“seberapa lama kamu kenal dia?”

“yaah udah 1 tahun ini sih, semenjak kak ghaida jadi pelatih basket ku”

Kak kinal seketika berdiri. Aku hanya mendongkak melihat ke arah nya, ku lihat ia mengenduskan nafasnya pelan. Apa yang tengah di fikirkan kak kinal saat ini? jujur aku begitu kepo. Tapi apa masalah nya jika aku harus seperti ini? salah kah? Aku hanya ingin membantu saja. Mereka adalah kakak terbaikku, kakak yang bisa memberikan ku masukan ketika aku sedang terpuruk.

“apa kamu pernah merasakan kecemburuan teramat dalam mids?” tanya kak kinal menatap lurus

“cemburu? Kakak cemburu sama kak ghaida?” tanya ku kaget

“yaah begitulah” ucapnya santai

“kenapa kakak cemburu sama kak ghaida? Apa dia pernah dekat dengan kak ve?”

“ngk sih, Cuma kakak tak menyukai aja jika ghaida dekat dengan ve”

“kakak begitu menyayangi kak ve sehingga kakak menganggap jika seseorang yang begitu dekat dengan kak ve kakak cemburui”

Kak kinal menatap ku tajam. Heran ketika aku mengatakan hal seperti itu. “kamu tumben bijak?”

“kak kinal -,-“

“yah, kakak begitu menyayangi kak ve mids” ucapnya tersenyum

“kalau kakak sayang kenapa kakak cuekin kak ve seperti itu? Kasihan tau kak? Kak ve ngak tau permasalahan nya”

Seketika kak kinal terdiam sejenak. Tertunduk. Entah apa yang ia pikirkan. “ve~” ucapnya lirih. Kemudian berlari meninggalkan ku yang masih cengo dengan sikap nya ini.

“kak! Kakak mau kemana?” teriak ku sembari mengejar nya.

Ternyata kak kinal kembali ke apartement. Ia masuk dalam keadaan nafas terengah-engah. Aku pun juga seperti itu. Aku mengikuti nya berlari. Ku lihat gre tengah asik menonton tv seketika di introgasi dengan sigapnya oleh kak kinal. Kak kinal menanyakan dimana kak ve. kemudian gre menunjukkan kak ve yang tengah berada di balkon apartement ini.

“kenapa kak kinal mids?” tanya gre heran

“aku juga bingung gre, aku tak mengerti pikiran kak kinal saat ini”

Sesegera aku dan gre mengintip apa yang tengah terjadi di balkon apartement. Di bilang pengen tahu sih iya. Abisnya bingung dengan hubungan mereka ini. aku melihat kak kinal mendekati kak ve dengan wajah merasa bersalah. Entah apa yang tengah mereka bicarakan aku tak tahu. Yang jelas aku hanya ingin hubungan kedua kakak yang sangat ku sayangi ini kembali membaik. Tak lama kak ve dan kak kinal saling berpelukan. Syukurlah mereka sudah baikan. Aku melihat kearah gre tersenyum.

“untung kamu berani menemui kak kinal mids J” ucap nya menggenggam tangan ku

“semua ku lakukan demi hubungan mereka membaik gre, aku ngak mau lihat mereka diem2an hanya masalah sepele ini” jelas ku merapikan poni gre

Tak lama kak ve dan kak kinal masuk ke dalam kamar. Aku tak menyadari mereka masuk. Seketika aku dan gre kaget. Bingung, gugup semua bercampur.

“apa yang kalian lakukan disini?” tanya kak kinal memicingkan matanya ke arah ku dan gre

“eee.... ngaakk... tadi kita Cuma merapikan horden pintu ini aja kak” ucapku pura-pura merapikan horden pintu ini

“ya deh ya deh, oiya hari ini libur yah, gimana pagi ini kita olah raga?” jelas kak kinal melihat ke arah kak ve tersenyum

“haaa ide bagus kak :D” ucapku bersemangat

“tapi....” ucap gre ragu

“udaaah ikut aku aja, ntar aku ajarin main basket” sambil kurangkul tubuh kecil gre

Kami semua turun dari apartement menuju lapangan dekat taman di apartement ini. kebetulan lapangan ini tak begitu ramai, jadi aku bisa bermain basket sepuas nya

“ngk gitu gre, kayak gini nih” ucapku ambil mempraktek kan cara bermain basket

“aah... susah tauk mids. Udah ah aku males belajar nya” ucapnya meninggalkan ku dan duduk di samping kak ve yang tengah duduk berdua bersama kak kinal

“truss aku main sama siapa gre?”

“tuh sama ring basket sendiri” jawab nya bete

“haha ya udah sini hamids main bareng sama kak kinal” ucap kak kinal yang tiba-tiba saja datang menemui ku

Akhirnya aku dan kak kinal bermain basket bersama. “waah kak kinal jago juga main basket nya” ucapku tolak pinggang

“jadi kamu mau duel nih?” ucap kak kinal sedikit sombong

“boleh, siapa takut! :D”

#################################

Hari yang sangat memelahkan akhirnya aku kembali ke kamar pribadi ku. Waktu yang tak kan bisa terbayarkan hari ini. menghabiskan waktu libur bersama gre, kak kinal dan kak ve. yang awalnya hubungan kak ve dan kak kinal seperti di terjang badai tapi akhirnya kini kembali seperti semula. Aku harap hubungan aku dan gre tetap selamanya seperti kak kinal dan kak ve.

Tiit... tiit... alarm ku berbunyi menunjukkan pukul 5 pagi. Hari ini kembali ke aktivitas seperti biasa. Menjadi siswa yang sibuk dengan kegiatan belajar. Aku sampai di kelas dan di sambut dengan sahabat-sahabat ku, entah kenapa mereka terlihat bahagia melihat ku. Apa ini? aku merasa malu jika harus terus di tinggi-tinggikan seperti ini?

“kalian kenapa?” tanya ku heran

“selamat yah mids” ucap salah satu teman sekelas ku

“selamat apa? Aku ngak ngerti”

“mids, impian lu buat bisa bermain basket dan menjadi pemain basket profesional akan segera terwujud” jelas nadse sambil menepuk pundak ku

“hah? Masa sih?”

“iya, tadi kepsek berpesan sama gw, lu segera menemui kepsek ke ruangan nya, mau bicarain masalah ini” jelas nadse lagi
Aku hanya memadang nya heran. Aku pun langsung menuju ruang kepsek. Ternyata aku sudah di tunggu dari tadi oleh kepsek. “maaf pak, apa bapak tadi memanggil saya?” ucapku dengan sikap sopan

“oh iya mids, kamu duduk sini”

“ouh iya pak”

“hmm mids jadi gini, waktu itu team basket sekolah kita ikut turnamen bukan? dan mendapatkan juara pertama. Dan itu di tingkat nasional”

“iya pak benar”

“jadi kemarin bapak menerima surat undangan dari pihak sekolah di los angeles. Tepat nya sekolah basket”

“los angeles pak?” tanya ku kaget

“iya, sekolah tersebut menginginkan kamu belajar bermain basket disana selama 6 bulan”

Seketika aku termenung. Aku senang mendengar nya, impian ku untuk menjadi pemain basket profesional akan segera terwujud. Tapi disisi lain aku merasa sedih, aku harus meninggalkan gre selama 6 bulan. Apa aku siap? Aku benar-benar bingung saat ini. aku butuh kesendirian untuk memikirkan semua nya.

“ini surat undangan nya” lanjut kepsek sembari memberikan surat. Aku hanya menatap surat itu tanpa membuka nya.

“pikirkan baik-baik mids, ini demi masa depan kamu. Bea siswa ini jarang sekali di temukan. Bapak harap kamu bisa menerima nya J” lanjut kepsek ku kembali sambil menepuk pundak ku

“iya, kalau gitu saya kembali ke kelas dulu pak” ucapku

“iya, silahkan”

Aku keluar ruangan dengan wajah tertunduk menatap amplop ini. aku bingung. Haruskah aku menerima nya? masa depan yang ku inginkan menanti ku. Aku ngak mungkin buang kesempatan ini begitu saja. Tapi bagaimana dengan gre? Apa yang harus aku katakan pada nya? aku benar-benar sudah tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan.

“hai mids gimana?” tanya nadse

“gimana apa?”

“itu yang sama kepsek”

“ouh itu, yah sama yang kalian bicarakan tadi pagi” jawabku santai

“truss lu terima?”

“belum tau, gw harus rembukan dulu sama keluarga”

“ouh gitu, ya deh. Sukses deh mids J

“iya, thanks nads J

Hari ini aku di sekolah sama sekali tak bersemangat. Murung. Semenjak mendapatkan info tentang beasiswa ini. jadwal pulang sekolah tiba aku tak langsung pulang. Aku memilih menyendiri di pohon belakang sekolah. yah tempat biasa ketika aku lagi gundah. Ah pikiran ku kok jadi seperti ini. ayo pilih mids? Mana yang baik buat kamu, ambil beasiswa itu atau tinggalin gre. Aaarrg!!! Aku terjebak dalam sebuah dilema berat. Aku harus pilih yang mana? Ya tuhan... beri aku sedikit petunjukmu. Tak lama ku ambil hp ku. Ku unlock. Belum masuk ke menu mata ku terhenti di wallpaper hp ku. Yap terpajang foto ku bersama gre. Rasanya ingin menghubungi gre, untuk memberitahukan semua nya. tapi aku takut, aku ragu. Apa kah aku bisa bicara jujur padanya? Ku urungkan niat ku untuk menghubungi gre.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Aku memilih kembali pulang kerumah. Ketika hendak membaringkan badan ku ke tempat tidur ini hp ku seketika berdering. Ternyata gre menelfon ku. Ku jawab telfon nya.

“iya gre”

“hamids udah pulang?” tanya nya

“baru aja nyampe rumah, ada apa?”

“hmm ngk jadi deh”

“loh, emang ada apa?”

“rencana nya mau minta nemenin ke toko buku”

“ouh ke toko buku toh, ya udah sih aku temenin”

“ngk usah mids, kamu kan baru pulang”

“gpp gre J

Itulah percakapan ku dengan gre via telfon. Aku pun segera bersiap-siap. Lanjutku segera langsung menjemput gre ke rumah nya. ia sudah menunggu di depan rumah nya. selama perjalanan aku hanya diam. Begitu juga gre. Ia juga tak memulai duluan. Aku melihat nya begitu gugup hingga akhirnya ia menyadari kegugupan ku.

“kamu kenapa mids?” ucapnya menyentuh pundakku

“ng.. ngk papa kok” jawabku gugup

Gre hanya mengkerutkan dahi nya. heran melihat sikap ku yang aneh ini. tak lama aku dan gre sampai di toko buku. Kali ini aku terpisah dengan nya. aku melihat-lihat buku yang terpajang di toko buku ini. namun tiba-tiba saja mata ku terhenti di salah satu buku rak tentang olah raga. Aku ambil buku itu dan ku buka. Aku buka halaman yang berisi kan tentang basket. Namun dalam buku itu tertulis nama sekolah, yap nama sekolah yang persis ada di surat tadi pagi yang ku dapat. Ku baca buku itu hingga sejenak melupakan gre. Tak lama gre datang menemui ku dan membuat ku kaget.

“lagi baca buku apa?” ucap nya mengagetkan ku

“nih buku olah raga sih”  jawabku

Seketika gre mengintip isi buku itu. “basket? Hmm ouh ini bukannya sekolah basket terkenal di los angeles, amerika itu ya?” ucap nya

“kok kamu tau?” tanya ku heran

“iya, masalah nya ada temen sekolah aku dapat bea siswa ke sana”

“ouh gitu” jawabku mulai gugup

“di sekolah kamu gimana mids?”

“eee... itu... ee sepertinya ngak ada” jawab ku gugup. “kamu udah dapat buku nya? yuk langsung bayar aja abis itu kita makan di cafe” lanjut ku menarik tangan nya menuju kasir

################################

Hangat nya capuchino ini mengeluarkan aroma kopi dan susu yang nikmat. Aku termenung sambil mengaduk-aduk capuchino ini. tak menyadari gre yang sedari tadi tengah menatap ku heran.

“mids, kamu kok dari tadi bengong aja. Ada apa sih?”

Seketika aku tersadar “ouh ngk kok gre” ucapku kemudian meneguk capuchino hangat ini

“kamu lagi mikirin sesuatu ya?”

“ngk kok, ouh iya kamu beli buku apa tadi?” tanya ku mengalihkan pembicaraan

“aku beli novel ini, novel nya seru banget. Tau dari temen nih, tadi aja dia ceritain sama aku gimana isi novel nya. eh jadi penasaran, ya udah pengen beli” jelas nya panjang lebar. Aku hanya menatap nya. tapi bukan menatap nya melainkan termenung. Tak dengar apa yang tengah gre ucapkan padaku

“kamu ngk beli buku olah raga tadi mids?” lanjutnya

“ngk, aku lagi males baca” ucapku. “oiya gre, temen kamu bener ambil bea siswa itu ke LA?”
Lanjutku

“hmm katanya iya mids, denger-denger dia akan berangkat 2 minggu lagi” jelas nya

Aku tertegun dengan cerita gre. Iya benar, di surat itu tertera tanggal untuk keberangkatan siswa yang terpilih mendapatkan bea siswa ke LA. Truss aku harus ngapain? Haruskah aku mengatakan yang sejujur nya pada gre? Ah aku bingung sungguh bingung. Namun entah kenapa mulut ini...

“gre, kalau seandainya aku jauh dari kamu. Kamu siap ngak?” ucapku memberanikan diri

“maksud nya?”

“yaah jauh gitu, seperti temen kamu itu”

“aku ngak bisa jauh dari hamids, aku sayang sama hamids L” ucapnya

Ketika mendengar ucapan nya itu aku makin tak tega jika harus berterus terang. Ngasih kode gitu aja dia udah jawab ngak mau jauh dari aku. Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menolak bea siswa ini? tapi itu masa depan yang ku idam-idam kan sejak dulu. Belajar dan menjadi pemain basket profesional.

“kamu kok nanya seperti itu?” tanya nya heran

“ngak sih Cuma nanya aja”

“atau jangan-jangan kamu??”

“ng.. ng..ngk lah gre, kan udah aku bilang sekolah aku ngak ada dapet seperti sekolah kamu” jelas ku gugup demi menutupi semua nya

“aku ngak akan ninggalin kamu kok gre J” lanjutku

Ia membalas ucapan ku dengan senyum. Aku dan gre akhirnya menikmati waktu siang ini berdua di sebuah cafe yang tak jauh dari toko buku. Waktu semakin menampakkan wujud nya. hari sudah mulai senja, akhirnya aku dan gre memilih untuk kembali ke rumah.

“makasih yah mids udah mau nemenin aku” ucap nya menoleh ke arah ku

“sama-sama gre J” ucap ku

“ya udah, hati-hati yah kamu pulang nya hihi ” ucap nya yang tiba-tiba saja mengecup bibi ku yang lagi ngangur ini :v. seketika aku terkaget dengan tingkah nya. ah gre untung saja masih di dalem mobil coba di luar kan berabe ntar urusan nya.

Selama perjalanan aku senyam senyum sendiri. Tingkah gre tadi itu membuat ku merasakan bahagia yang teramat. Jalanan yang macet ini seakan ku nikmati dengan santai nya sambil membayangkan yang tadi. Kiss itu bagaikan permen rasa strawbery yang nikmat. Eh strawbery? Masa sih? Tapi aku  merasakan itu. Apa jangan-jangan lipsglos yang ia pakai memiliki rasa strawbery. Aaakk!! Aku makin tak karuan memikir kan nya.

Akhirnya aku sampai di rumah. Yap tepat jam 7 malam. Yah maklum lah jalanan yang tak bisa di hindari macet ngak karuan. Aku segera bersih-bersih. Setelah itu lanjut makan malam. Makan malam selesai aku kembali ke kamar sembari membereskan isi tas ku yang tadi siang sama sekali belum ku rapikan. Memasukkan buku kedalam tas untuk di bawa esok hari. Ketika hendak mengeluarkan buku dari tas tiba-tiba saja amplop bertuliskan nama sekolah basket ternama di LA membuat ku kembali teringat. Aku kembali merasakan betapa bingung nya diri ini. hati yang seakan tak ingin meninggalkan orang yang sangat ku cintai dan kusanyangi saat ini. ketika mulut ingin berbicara jujur tapi hati tak mengizinkan nya.

Malam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Aku masih berkutat di depan laptop ku. Sreaching tentang sekolah itu. Aku benar-benar ingin. Tapi ingin ku terganjal akan perasaan. Jujur aku benar-benar di landa dilema berat. Seandainya saja waktu bisa ku putar ku tak ingin ada yang nama nya pertemuan yang akhirnya akan membuat ku bingung.

Tiit... tiit... alaram digital ku berbunyi menunjukkan pukul 06.00 wib. Seketika aku terkaget. Kenapa aku bangun di jam segini? Mampus! Aku bisa telat. Ah bodoh nya aku yang lupa mengatur jadwal bangun di alarm ku. Sesegera aku locat dari tempat tidur dan segera bersiap-siap untuk sekolah.


~Bersambung....



--------------------------------------------------

holla^^
maaf yah sudah menunggu lama :( maklum lah saya lagi sibuk dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. lanjutin FF ini aja harus curi-curi waktu. maaf kalau cerita nya agak membingung kan, karena efek banyak tugas jadi inspirasi saya terbagi begitu saja -,-
oiya, mau promote bentar follow Wattpad saya yah, yang suka cerita VeNal bisa baca di wattpad saya :)
Thanks yang udah baca^^

Jumat, 10 April 2015

Download Single ke 9 JKT48 Full Clean

Download Full Album (Clean) Single ke 9 JKT48


Tracklist :



Lagu ini hanya untuk sekedar review yah :) jangan lupa membeli CD original nya :)

Pengen download dan denger kumpulan lagu-lagu terbaru JKT48 dan penyanyi lain? silahkan cek disini yah KLIK DISINI



Thanks to uploader^^


Minggu, 05 April 2015

Fanfiction : Kotak Musik Gre (6) ( #GreMids JKT48 )

Kotak Musik Gre (6)

Musik bergema, pesta ulang tahun kak ve tiba. Aku dan gre telah sampai di apartement kak ve dan kak kinal sebelum pesta dimulai. Semua tamu terlihat ramai, berpasangan. Aku dan gre menggunakan pakaian yang cocok di pakai ketika pesta. Namun aku tak begitu memakai dress, aku tak menyukai dress karena begitu ribet. Aku hanya menggunakan celana panjang berwarna hitam, kemeja berwarna agak ke abu-abuan plus jaket favorit ku. Sangat simple, yah begitu lah aku. Cewek tomboy yang begitu fashionable ketika berpakaian (hmm.. masa sih? ._.). Sedangkan gre, ia menggenakan gaun berwarna biru muda selutut, mengenakan berbagai macam aksesoris yang cantik dan menggenakan highheels sehingga tinggi nya hampir menyamaiku. Ia terlihat begitu cantik malam ini.

“waah kak ve terlihat cantik yah gre”

“iya mids, gaun yang begitu cocok ia kenakan” sambil melihat ke arah kak ve yang tengah mengobrol bersama teman2 nya

“tapi kamu ngak kalah cantik gre sama kak ve :$”

“ah kamu ini bisa aja mids” sambil memukul lengan ku

Ketika lagi asik-asiknya mengobrol bersama gre, kak kinal datang menemui kami berdua.

“loh kak kinal, kenapa disini? Kok ngak gabung sama kak ve?” tanya ku heran

“gpp mids, biar saja ve melepas rindu bersama teman2 nya” tersenyum sambil melihat kearah ve

“ouh begitu”

“hmm kak kinal, hamids. Aku ke sana dulu yah mau ambil makanan” kata gre menunjuk ke arah meja berisi berbagai macam makanan

“ouh iya, ambilin aku juga yah gre”

“iyah hamids”

Aku dan kak kinal pun mengobrol bersama. kak kinal begitu terlihat cool, ia begitu persis dengan ku. Tomboy dan tidak suka hal-hal yang berbau ribet. Rambutnya yang pendek se dagu seakan menggambarkan sikap cool nya yang tomboy. Namun ketika hendak asik mengobrol tiba-tiba saja mata kak kinal mengarah tajam ke arah kerumunan yang ternyata di sana ada kak ve.

“kak, kak kinal?” sahut ku menyadar kan kak kinal. Kak kinal tetap saja terpaku matanya mengarah ke arah kerumunan itu.

Kenapa dengan kak kinal? Ia terlihat aneh. Seketika kak kinal meninggalkan ku begitu saja yang tengah aneh melihat tingkah nya. tak lama gre datang menemui ku membawa piring kecil berisi cake cokelat.

“mids, kak kinal mana?” tanya gre

“ngk tau tuh, tiba-tiba aja ninggalin aku begitu saja” sambil celinga celingu rasa ingin tau apa yang ada di balik kerumunan itu

“kamu kenapa mids?”

“gre ayo ikut aku” ku letakkan makanan tadi di atas meja dan kemudian menarik tangan gre menuju kerumunan itu.

Ku mencoba mencari celah apa yang ada di kerumunan itu. Namun seketika mata ku terbelalak melihat ada seorang wanita berambut bondol seperti pria berdiri di samping kak ve sambil mengobrol, sepertinya seru. Dia kak ghaida, pelatih basket ku di sekolah. apa yang dia lakukan disini? Apa kak ghaida mengenal kak ve dan kak kinal? Ku lihat kak kinal yang berada di samping ve memasang muka masam. Kelihatan tak menyukai keberadaan kak ghaida disini.

Pesta ulang tahun kak ve pun di mulai. Pengunjung sudah pada berkumpul menghadap pusat perhatian yaitu kak ve. kak ve berdiri di belakang cake ultah nya dengan angka 25 tahun. Tepat di sebelah nya berdiri kak kinal juga. Sesi pemotongan kue di mulai, kak ve memberikan potongan kue kepada sahabat nya kak kinal. Sahabat? Bukan nya pacar yah? Eh itu hubungan kan yang tau hanya aku dan gre. Pantesan kak ve mengaggap kak kinal sebagai sahabat di depan orang banyak.

Segala acara inti selesai. Selanjutnya masuk ke acara hiburan, pesta. Semua teman-teman kak ve berkumpul sambil menikmati dentuman musik mengiringi malam yang tenang ini. ku lihat kak kinal yang terlihat lesu terduduk di kursi tamu.

“kak kinal ayo gabung sama yang lain” ajak ku

“ngak ah mids, kakak lagi ngak mood” jawab kak kinal begitu males

“kakak kenapa? perasaan tadi biasa2 aja” tanya ku duduk di samping nya

“gpp kok”

Tiba-tiba saja muncul kak ghaida menemui aku dan kak kinal.

“eh hamids, kamu disini juga?”

“hehe iya kak”

“sama siapa kesini?”

“sama gre kak, teman ku (hmm... bukan teman sih) kebetulan kak ve adalah kakak sepupu nya” jelas ku

“ouh gitu”

“nal, apa kabar? Kita dari tadi belum ada sapaan yah” sambil menjulurkan tangan nya

“baik alhamdulillah kok” jawab kak kinal menangkap tangan kak ghaida

Ku lihat wajah kak kinal yang sebenarnya merasa tak enak jika berada di dekat kak ghaida. Namun kak kinal menutupi semua dengan memasang wajah santai dengan kak ghaida. Hmm apa yang tengah terjadi dengan mereka berdua? apa mereka punya konflik? Tapi ku lihat dari tatapan kak ghaida tak ada konflik yang mereka alami. Mungkin aku lebih baik meninggalkan mereka mengobrol berdua di sini. Kasihan gre ku tinggal sendirian.

“kamu kemana aja sih mids? Aku cariin dari tadi” bete

“maaf gre maaf, tadi aku ngobrol bentar sama kak kinal”

“emang ada apa?”

“kak kinal kelihatan bete gitu sama seseorang”

“siapa mids?” kepo

“itu...” sambil menunjuk ke arah kak ghaida yang masih duduk bersebelahan dengan kak kinal

“kak ghaida?”

“ya, kak kinal seakan tak menyukai keberadaan kak ghaida disini”

“kamu yakin mids? Lihat tuh mereka aja ngobrol akrab gitu”

“yaelah gre, kak kinal itu sebenarnya bete tauk sama kak ghai, Cuma menutupi semua nya biar ngk ketahuan”

“gre, hamids, lihat kak kinal ngak?” tanya kak ve yang tiba-tiba datang menemui ku dan gre.

“eh” kaget, mudah2an kak ve tak mendengar percakapan ku dan gre tadi -,-

“itu kak, lagi sama kak ghaida” jawab gre

“loh gre, kok di kasih tau? -,-“ jawab ku berbisik ke gre

“biarin aja sih mids, kan kak ve Cuma nyariin kak kinal”

“hmm iya deh iya -,-“ pasrah deh. Dari pada dia ngambek kan bahaya.

Aku dan gre hanya melihat dari kejauhan saja. Ternyata gre orang nya kepo juga yah haha. Ku terus melihat reaksi kak kinal ketika bertemu ve dan kak ghaida yang masih bersama nya. lama ku perhatikan dan tepat sekali, kak kinal benar-benar tak menyukai kak ghai di sini. Apa mungkin kak kinal cemburu? Ah yang benar saja? Hubungan mereka kan sama seperti ku dan gre. Mereka bertiga masih tetap larut dalam suasana ngobrol nya, kak kinal yang sedari tadi hanya diam.

Teman-teman kak ve dan yang lainnya telah pulang. Di apartement hanya ada aku, gre, kak ve, kak kinal dan kak ghaida. Duduk berkumpul bersama. mengobrol bersama, tertawa menghabiskan waktu malam ini. tapi kak kinal tetap saja pada pendirian nya, diam seribu kata. Kadang hanya mengucap iya kadang senyum terpaksa.

Waktu sudah larut malam. Untung saja esok hari tanggal merah dan sudah pasti sekolah libur. Aku dan gre memilih untuk bermalam di apartement kak kinal dan kak ve. kak ghaida sedari tadi sudah pulang meninggalkan kami di apartement. Tapi aku masih saja melihat kak kinal dengan muka betenya.

“hamids, gre? Kalian belum tidur?” tanya kak ve yang baru keluar dari kamar mandi

“belum kak, kita berdua mau nonton film ini” menunjukkan dvd genre horror

“hmm iya deh”

“nal, kamu mau ikut nonton bareng mereka atau tidur?” tanya kak ve dengan nada menggoda. Aku dan gre yang masih duduk di sofa merasa aneh gitu dengar nya XD.

“aku gabung sama mereka aja” jawab kak kinal masih bete. Aku menoleh ke arah kak kinal, begitu juga dengan gre.

“hmm ya udah aku tidur duluan yah?”

“iya”

Hmm kak kinal kak kinal, segitunya kakak membenci kak ghaida. Sebenarnya apa yang terjadi sih? Kalau di tanya ntar di bilang kepo lagi. Ah males, mending nonton film horor bareng gre. Kemudian ku masukan kaset kedalam dvd  itu dan akhirnya film pun mulai.

Gre yang katanya ngak takut film horror ternyata takut juga. Sebelum film ini masuk kecerita seremnya ia udah meluk-meluk lengan ku duluan haha. Film nya begitu meneganggang kan. Sampai-sampai aku harus menutup mata ku dengan bantal yang ada di kursi ini sangkin serem nya dan gre malah menutup matanya bersembunyi di balik lengan ku. Tapi aneh dengan kak kinal, seolah ia tak merasa takut. Matanya seakaan tidak takut untuk melihat film horor ini. datar banget ngk ada ekpresi takut sama sekali.

“kak, kak kinal?” panggil ku

“eh iya” kaget

“kakak kok ngk takut?”

“takut apa?”

“lah, itu film horror, dari tadi kan film nya menegangkan banget”

“oh iya kah? Haha kakak ngk nyimak sih :D”

“truss dari tadi kakak kan lihat ke tv? Kok ngk nyimak? -,-

“ngk tau deh ._. kakak ngantuk nih mau tidur dulu. Hoaaam.... selamat malam” sambil berjalan meninggalkan aku dan gre.

Aku melihat setiap langkah nya menuju kamar. Aneh. Tak biasanya kak kinal seperti ini. ah bodo mending aku lanjutin nonton film nya. eits tapi... gre malah sudah tertidur duluan sambil memeluk lengan ku. Mungkin dia kecapekan dengan pesta tadi. Ya sudah mungkin ini waktunya aku istirahat. Kemudian kumatikan tv nya dan langsung menuju kamar sambil menggendong gre yang sudah tertidur pulas.

“mids~” panggil gre yang terbangun dari tidur nya

“loh gre, kok bangun? Apa aku udah mengganggu tidur mu?”

“ngk kok, ngk sengaja kebangun tadi. Truss lihat kamu masih sibuk dengan laptop”

“kamu kenapa belum tidur?” lanjut gre

“aku belum ngantuk gre”

Gre melihat kearah jam dinding sambil mengucek matanya. kemudian aku melihat kearah gre saat itu juga. “kenapa? jam 3 pagi yah?” lanjut ku

“kamu dari tadi belum tidur loh mids?”

“aku udah biasa seperti ini gre J

“hmm... mids, kalau seandainya kita memilih untuk menuju masa depan masing2 apa kamu tetap akan terus sayang sama aku?” bangun dan duduk

“kenapa kamu menanyakan hal seperti itu?”

“aku hanya bertanya mids, kalau ngak mau jawab sih gpp”

“hmm... gre, seberapa jauh jarak kita jika kita harus memilih masa depan yang lebih baik aku akan terus sayang sama kamu gre, melebihi apapun” sambil ku genggam erat kedua tangan gre

“aku juga akan terus sayang sama kamu mids” sambil tersenyum dengan mata yang memerah seakaan menahan tangis

Larut dalam hal ini, tanpa sadar bibir ku dan bibir gre bersatu. Menikmati hal aneh yang benar2 tak pernah ku bayangkan sebelum nya. mungkin kami gila, sangat gila. Hal yang aneh ini bisa membuat kami nyaman. Jika harus terpisah dengan perebadaan tujuan, cinta dan kasih sayang akan selalu ada buat mu gre. Harapan ku untuk terus bersama mu tak akan pudar.
Lelah. Hingga akhirnya aku dan gre tertidur bersama.

Tiit... tiit... jam digital membangun kan dari lelap nya tidur. Sudah jam 8 pagi. Tapi mataku masih berat untuk bangun. Ini karena aku tidur jam 4 pagi. Akh! Lam-lama badan ku bisa remuk kalau seperti ini terus. Seketika gre yang sudah bangun dari tadi kini malah mengganggu pandangan ku dengan biasan cahaya matahari. Sengaja ia membuka horden jendela demi membangun kan ku.

“aarggh... gree!!” tariak ku menutup mata dengan lengan ku

“ayo bangun, sarapan dulu” sambil menarik lengan ku

“aku masih ngantuk gre ~.~”

“salah sendiri, kenapa tidur nya udah mau pagi -,-“

Aku dan gre saling tarik menarik. Ia menarik tangan ku, dan ku balas dengan tarikan ku. Hingga akhirnya gre tersungkur tepat di hadapan ku. Tanpa tersadar ia mendongkak kearah ku. Ia menatap ku, begitu juga dengan aku menatap matanya. aah aku seperti melihat bidadari pagi ini. ku mematung bersama gre dengan pose yang tak biasa.

“echem....” sahut kak ve yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu kamar sambil tolak pinggang tersenyum

Seketika aku dan gre kaget dan melepaskan adengan aneh tadi.

“eh kakak, ng... ng... ngapain di situ?” tanya gre gugup

“mau ngajak kalian sarapan lah, dari tadi kakak panggil2 ngak nyahut. Ya udah kakak ke kamar kalian”

“ya udah ayo sekarang kita sarapan, kakak tunggu di meja makan yah. Main nya udah dulu” lanjut kak ve senyum sambil menggelang2 kepala nya

Akh! Aku sangat malu. Begitu juga dengan gre.”ah kamu sih mids” sambil memukul lenganku

“loh kok aku sih gre? :D”

“iya kamu lah -,-“

“tapi kamu seneng kan?” jawab ku menggoda sambil mendekat kan wajah ku ke wajah nya

“apaan sih :$ udah sekarang cuci muka dan gosok gigi” sambil mendorong wajah ku

“abis itu langsung ke meja makan, aku tunggu di sana” lanjut gre

“iya iya putri cantik kuwh” sambil ku cubit hidung nya

Segara ku bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka sembari menggosok gigi.

“pagi kak J” sapa ku kepada kak kinal dan kak ve

“pagi juga” sambut kak ve dengn senyum

Tapi aneh bagiku ketika kak kinal tetap saja murung. Males ngomong. Apa masih bete dengan hal tadi malam? Atau mungkin lagi sakit gigi? :v lapar sangat pagi ini, segera aku mengambil bagian sarapan ku pagi ini. huuumm nasi goreng.

“kamu mau pake apa mids? Biar aku ambilin” tawar gre pada ku

“ummm... ayam aja deh” jawab ku. Gre kemudian menggambilkan nya untuk ku. Aah berasa gre jadi istri aja haha.

“makasih... chu... chu...” lanjutku

“sama2 hamids” sambil mendorong bibir monyong ku

Tanpa ku sadar kak kinal sudah sedari tadi memicingkan mata nya melihat kemesraaan ku bersama gre di hadapan nya. seketika aku mulai gugup dan memberikan dua jari ku bertanda damai hehe. Ku dan gre menikmati sarapan pagi ini. enak enak~

“nal, ada apa dengan kamu?” tanya kak ve menoleh ke arah kak kinal

Seketika aku dan gre mendongkak ke arah kak ve, terkadang bola mata ku sesekali melihat kelihat kearah kak kinal sambil mengunyah makanan yang masih ada di dalam mulut ku pelan. Aku kaget ketika kak ve memberanikan diri bertanya dengan kak kinal pagi hari begini di saat sarapan pagi yang tentunya ada aku dan gre junior mereka :v

Kak kinal tetap tak menjawab pertanyaan kak ve saat itu. Ia hanya sibuk dengan sarapan nya pagi ini. tak menghiraukan kak ve yang sedari tadi melihat nya. bertanya,penuh harap memberikan jawaban.

“nal, ayo jawab? Apa aku punya salah sama kamu?” lanjut kak ve sambil mengguncang lengan sebelah kiri kak kinal

Seketika kak kinal menghentakkan kedua sendok nya hingga dentingan piring kaca keras terdengar. Aku dan gre kaget. Begitu juga kak ve. kemudian kak kinal pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. Kak ve masih terpaku dengan sikap kak kinal, tak lama air mata kak ve jatuh tepat di hadapan ku dan gre. Ia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. aku benar-benar tak meyangka dengan kak kinal, segitu kah rasa marah nya kepada kak ghaida sehingga kak ve yang di campakkan?

Gre yang melihat itu segera menenangkan kak ve, aku hanya melihat kearah pintu yang terbuka, bertanda kak kinal memilih keluar dari apartement.

Pagi ini bukan pagi menyenangkan buat ku. Mungkin suram. Pagi begini sudah di sambut dengan konflik yang tak tahu awal dan akhirnya. Ku lihat kak ve yang terus menangis. Perlukah aku menemui kak kinal? Tapi apa nanti jadi nya akan semakin rumit? Jujur aku tak tega melihat kak kinal yang selalu bersikap dingin dengan kak ve, yang ku tahu kak ve sama sekali tak mengerti apa yang terjadi dengan kak kinal. Mungkin iya, aku harus bicara dengan kak kinal.

Tanpa basa-basi aku langsung berdiri keluar menemui kak kinal.

“hamids mau kemana?”

“mau ketemu kak kinal!” jawab ku berjalan keluar

“hamids.. hamids...!!!” teriak gre. Aku tak memperdulikan nya, sekarang aku hanya perlu berbicara dengan kak kinal, agar semua masalah ini cepat terselesaikan.




Apa yang akan di lakukan hamids demi memperbaiki hubungan kinal dan ve?
Pelajaran apa yang ia dapat dari permasalahan ini? tunggu kelanjutan nya yah^^





~Bersambung...



----------------------------------------------

Terima kasih sudah membaca^^
maaf menunggu lama yah, pasti tau lah yah kenapa lama hehe. maaf kalau cerita kurang begitu srek :v tetap tungguin kelanjutan nya yah :D

Kamis, 02 April 2015

Fanfiction : 8 Missions of a Dream Chapter 4

Chapter 4

8 Missions of a Dream
“Evil Shadow”


“nabilah... tungguin gw!!!” teriak shania
“buruan shan, ntr telat loh” jawab nabilah yang sudah keluar pagar kost-an
Mereka berdua pun pergi bersama kesekolah, berhubung sekolah dengan kost-an mereka dekat jadi mereka memilih untuk jalan kaki. Kadang sekolah sama kost-an dekat masih sempat juga mereka telat -,-.

Pagi ini di awali dengan pelajaran bahasa indonesia. Shania & nabilah yang duduk sebangku mengeluarkan buku cetak mereka, tapi tiba tiba saja guru lain memberi tahu kepada kelas mereka bahwa guru di jam pertama ini tidak hadir di karenakan ada keperluan mendadak. Akhirnya mereka di beri tugas sebagai pengganti jadwal kosong.

“waaah kesempatan gw buat tidur bentar nih” kata shania
“kerjaan lu tidur mulu shan -,-“ jawab nabilah
“yaelah bil, lu kira selama ini tidur kita nyaman? Kagak tauk! Kita tuh setiap malam selalu di datengin mimpi aneh” jawab shania
“oiya bener juga lu, tapi tugas lu gimana ntr?” tanya nabilah
“halaahh paling ngk di kumpul bil, udh ah gw mau tidur” kata shania meletakkan kepala nya di atas meja sambil menutup muka nya dengan buku.

“uughhh.... “ shania terbangun dari tidur nya “pules banget gw tidur nya ini ._.” kata shania sambil membuka mata nya. Tiba tiba saja mata nya terbelalak ketika melihat seisi kelas sudah kosong.
“laah berapa lama sih gw tidur ini? sampe udh kosong aja ini kelas?” kata shania heran.
Ketika hendak keluar kelas, tiba tiba saja salah seorang siswi masuk mengendap-endap ke ruang kelas nya. Penglihatan shania memudar, ia mencoba mengucek ngucek mata nya agak melihat  jelas siapa siswi itu.

“siapa sih itu?” tanya shania heran sambil mengucek2 matanya.

Semakin lama shania mengucek matanya semakin kelihatan wajah seorang siswi yang tengah mengendap2 masuk itu. Shania heran, kenapa dia? Seakan dia tak melihat shania yang tengah berdiri melihat tingkah siswi itu. Lama melihat aksi siswi shania kaget. Siswi itu menaruh sebuah barang, sepertinya dompet yang di masukkan nya ke dalam tas seorang siswi lain yang berada di kelas shania.

“apa yang dia lakukan?” tanya shania heran

“hey, apa maksud kamu? Kamu mau membuat sebuah fitnah?” tanya shania lagi yang siswi itu tak menyadari keberadaan nya.

Shania terus mengganggu pandangan siswi itu seolah ingin menyadarkan nya dari perbuatan keji ini. tapi percuma saja, tak ada respon. Shania mulai heran. Hingga akhirnya sekarang ia tengah sendiri di kelas sambil bingung apa yang tengah terjadi. “shania... shania... bangun!!!” teriak nabilah sambil mengguncang-guncang tubuh shania.

Seketika shania terbangun dari tidur nya “hoaam... apaan sih?” tanya shania

“ngak lihat tuh guru matematika udah masuk”

“.....................” masih cengo baru bangun

“pules banget lu tidur shan?”

“iya kah?” heran

“iye, seakan lu lagi tidur diatas kasur -,-“

“haha bisa aje lu bil :D, eh tapi tadi gw mimpi aneh loh ._.”

“mimpi apa? Apa ada hubungan nya dengan misi kita selanjutnya?” tanya nabilah berbisik

“sepertinya gitu”

“apa nya yang sepertinya begitu shania nabilah?” tanya guru matematika mengagetkan mereka berdua

“ng.. ng... ngk kok buk” jawab shania gugup

“kalian berdua saya lihat dari tadi asik mengobrol saja, itu lihat di papan tulis kerjakan sekarang!”

“iya iya buk” jawab shania nabilah berbarengan dengan gugup

Jam istirahat berbunyi. Shania dan nabilah menuju kantin, di meja kantin shania menceritakan semua yang terjadi di mimpi nya itu kepada nabilah. Seketika nabilah kaget merasa tak percaya. Mereka mulai berfikir apa maksud dari mimpi shania tadi.

“shan, gw pesen minuman dulu yah haus nih”

“gw pesenin satu yak”

“iye” sambil menuju abang2 yang jual minuman

Ketika nabilah lagi asik2nya menunggu minuman selesai di buat, seseorang yang tengah berada di samping nya seolah-olah sedang berbicara. Tapi pas dilihat orang itu malah diam. Seketika nabilah kaget dan buru-buru mengambil minuman nya.

“lu kenapa sih? Aneh gitu?” tanya shania heran melihat tingkah nabilah

“shan itu kah orang yang ada di mimpi lu?” sambil menunjuk ke arah nya

“iyaaa! Itu orang nya!”

“tadi gw denger dia ngomong dalam hati soal persis yang lu ceritain ke gw tadi”

“apa mungkin ini misi kita selanjutnya bil?” tanya shania menaikkan alis nya

“mungkin shan” melirik ke arah shania

Jam istirahat selesai, nabilah dan shania bergegas menuju kelas. Kembali melanjutkan pelajaran selanjutnya. Tapi tiba-tiba saja sekolah mulai gerasah-gerusuh. Seorang siswi di kelas sebelah mengalami kemalingan. Uang yang ada di dalam dompet nya hilang. Uang yang nantinya akan di bayarkan untuk spp sekolah dan berbagai keperluan lain malah raip entah kemana. Hingga akhirnya pihak sekolah memilih mengintrogasi setiap kelas, memeriksa isi tas setiap siswa.

Pemeriksaan pun sampai ke kelas shania dan nabilah. Seketika kelas mulai mencekam. Para siswa bertanya-tanya siapa yang telah mencuri uang itu. Tak lama seorang guru menemukan uang sejumlah 500.000,  seketika seruangan kelas kaget. Semua mata tertuju pada seorang siswi bernama delima, kaget ketika uang itu berada di dalam tas delima. Shania dan nabilah hanya melihat kejadian yang sebenarnya itu kesalah pahaman besar.

“saya tidak mencuri nya pak!” jelas delima

“nanti di jelaskan di kantor, ayo sekarang ikut” kata seorang guru

“pak! Bukan delima pelaku nya!” teriak shania

“maksud kamu?”

“ada orang lain yang sengaja memasukkan uang kedalam tas delima”

“kamu punya bukti?”

“ehmm.....” sambil menggaruk-garuk kepala nya

“shan lu jangan macem2 kalau belum punya bukti” bisik nabilah pada shania

Guru tadi yang sempat di hentikam shania kini pergi bersama delima menuju kantor. Ntah apa yang terjadi pada delima nanti nya ntah lah. Sekarang shania dan nabilah hanya bisa berfikir bagaimana cara menyelamatkan delima dari fitnah ini. misi mereka di mulai saat ini. setelah pulang sekolah shania dan nabilah pergi ke suatu tempat. Yap tempat yang tak jauh dari sekolah nya.

“shan jadi ceritanya ini tempat kumpul kita kalau lagi ada misi ya?” sambil melihat isi yang ada di dalam ruangan ini

“udah sih lu diam aja, ini hanya sementara kok”

“serem loh shan, gudang ye ini?”

“bawel lu bil -,- nih!” sambil memberikan sebuah kertas kecil kepada nabilah

“apa nih?”

“itu kertas yang gw temui di bawah kursi delima, di dalam mimpi gw seseorang itu menginjak kertas ini”

“truss gw harus ngapain?”

“sekarang coba lu rasain kertas itu”

“rasain?” seketika nabilah mencoba merasakan kertas pemberian shania sambil memejamkan matanya. Terdengar suara detak jantung dan terus menuju ke arah suara seseorang. Nabilah sangat menyimak isi dalam hati seseorang itu, hingga akhirnya menemukan kunci dimana misi mereka untuk menyelamatkan delima di mulai.

“apa yang lu rasain bil?” tanya shania

“gw tau shan” sambil mengngepal erat kertas itu

Nabilah menarik tangan shania menuju kesuatu tempat di area sekolah. ia membawa shania menuju kelas. Bukan kelas mereka, melainkan kelas yang berbeda. Nabilah merasakan setiap percakapan di dalam kelas ini dengan membaca pikiran siswi itu. hingga akhirnya menemukan seseorang membahas sesuatu demi menjerumus kan delima.

“shan setelah gw menelaah semua yang sudah kita jalanin hari ini ternyata seseorang itu sengaja menjerumuskan delima demi membuat delima di keluarkan dari sekolah” jelas nabilah

“kenapa harus seperti itu?”

“seseorang ini begitu iri dengan delima”

“iri? Sampai segitu kah ia iri sama orang? Jahat banget -,-“

“hey kalian berdua? kenapa masih disini? Ngak lihat sekarang udah jam berapa. Ayo pulang pulang” teriak seorang penjaga sekolah mengaget kan mereka berdua

“eeh pak yunus, hehe maap pak” jawab nabilah nyengir, begitu juga dengan shania. Nabilah dan shania pun bergegas pulang meninggal kan sekolah.

“dasar anak2 jaman sekarang, jam segini belum pulang juga (?) ckckck” kata pak yunus sambil melanjutkan memeriksa setiap kelas

Langit sudah gelap. Menampak kan seluruh isi di langit yang bercahaya. Bintang-bintang seakan tak malu untuk muncul. Begitu juga bulan, menerangi setiap jalan dua gadis penuh misi ini.

“shan kira2 apa bisa kita menyelesaikan misi ini?” tanya nabilah

“yakin bil pasti bisa”

“tapi bagimana dengan delima? Apa dia kan di keluarkan?”

“ngak bil, gw yakin delima pasti akan tetap jadi siswa dan teman di sekolah kita” sambil meragkul nabilah yang tinggi badannya lebih kecil dari shania.

Akhirnya shania dan nabilah sampai di kost mereka. Terlihat melody dan ve yang tengah duduk di sofa memasang wajah khawatir.

“kak?” sapa nabilah

“nabilah???” sapa melody yang langsung memeluk nya

“kakak kenapa?” tanya nabilah

“kamu kemana aja sih? Shania mana?”

“umppp....” bingung mau jawab apa. “hallo kak? :D” sapa shania yang baru masuk

“kalian kemana aja sih?” tanya ve khawatir

“lah kan sekolah kak ._.” jawab shania

“sejak kapan sekolah pulang jam segini” kata ve yang sudah tolak pinggang

“baru juga jam 9 malam kak (?)” sambung nabilah

“sudah sudah... intinya kalian bersih2 dulu. Abis itu makan malam” jelas melody


Yah begitulah kak melody dan kak ve. mereka begitu menyayangi kami seperti adik nya sendiri. Tak ingin kami terjadi sesuatu di luar sana. Beruntung lah shania dan nabilah memiliki kakak kost senior yang begitu sayang dengan mereka & begitu perhatian.

“kalian akhir2 ini suka sekali pulang malam?” tanya melody sambil menuangkan sesendok nasi ke piring shania dan nabilah

“eehmm...” nabilah dan shania hanya ber ehm ria sambil tertunduk

“kami berdua khawatir tauk sama kalian berdua” potong ve

“yah maaf kak, kami ngaku salah” jawab shania tertunduk

“ya udah sekarang kalian makan, abis itu kerjain tugas kalau ada buat besok dan langsung tidur” jelas melody

Kak Melody seaakan menjadi ibu di kost-an ini. ia begitu sangat perhatian pada kami. begitu juga dengan kak ve. selama kami satu kost peran orang tua terasa, seakan kak melody jadi ibu nya dan kak ve jadi ayah nya haha :D


Bagaimana kelanjutan misi mereka ini? tunggu kelanjutan nya yah^^




-------------------------------------------

haii aku kembali lagi nih. kali ini share FF lama yang sempat tertunda. kebetulan FF ini adalah ff pertama ku yang memiliki part. kebetulan kemarin ada yang request kelanjutannya. maaf baru bisa di posting sekarang setelah lama tak di lanjutkan. maaf kalau agak aneh gitu yah cerita nya, maklum ide kadang-kadang mucul nya -_- untuk FF Gremids dan Venal di tunggu yah, lagi banyak tugas, jadi selesaiin nya harus satu-satu. makasih udah mau baca^^

Kamis, 26 Maret 2015

Makalah "Kontribusi Bahasa Gaul Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia"

Makalah "Kontribusi Bahasa Gaul Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia"


Kali ini admin mau share sedikit tentang education nih, kebetulan kemarin UAS dapat tugas untuk membuat makalah. makalah ini sudah di susun rapi seperti penyesununan skripsi, jadi admin akan posting sedikit isi makalah nya. 

Berbicara masalah bahasa banyak pendapat berbagai kalangan mengatakan bahwa bahasa adalah alat untuk berkomunikasi. Ada bebrapa ahli memberikan pengertian Bahasa sebagai berikut. Menurut Keraf, bahasa adalah komunikasi antaranggota masyarakat, berupa lambang bunyi (suara) yang di hasilkan oleh alat ucap manusia. Sementara itu Faizah, ia mengatakan bahwa bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lisan, tulisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan berbicara atau orang lain. Senada dengan pendapat Kridalasana ia mengatakan bahasa ialah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh masyarakat untuk bekerja sama, berkomunikasi , dan mengidentifikasi diri.
Dari pendapat para ahli di atas dapat di munculkan bahwa bahasa bukan “alat” untuk berkomunikasi, tapi bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh anggota suatu masyarakat atau kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri baik digunakan secara lisan maupun tertulis dengan tujuan menyampaikan pesan atau maksud kepada lawan berbicara. Secara fungsi memang bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, tapi dari pernyataan diatas bukan lah mengacu pada fungsi bahasa melainkan “Apa bahasa itu?”[1]

Selanjutnya... KLIK DISINI


Cara download:

hapus/klik centang di bawah kata "Download"





Enjoy it! 
jangan lupa tinggalkan jejak yah^^
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com