Kamis, 12 Maret 2015

Fanfiction : Secret ( VeNal JKT48 )

SECRET

Perlahan membuka mata, awalnya buram lama kelamaan menjadi terang. Terlihat langit-langit berwarna putih menyambutku. Di mana aku? Terasa tempat ku tiduri ini bukan lah tempat yang kurasakan saat itu. Empuk. Ku lihat ke arah jendela yang membiaskan cahaya matahari hingga menyilaukan mataku. Ku hadang sinar matahari ini dengan lengan ku. Kemudian ku duduk dan melihat keadaan sekitar. Dari balik pintu lemari coklat itu terlihat seorang wanita.

“ve??”

Kemudian ve itu melihat kearah ku “kamu sudah bangun?”

“kamu ngak marah sama aku?”

“sebenarnya iya. Tapi jujur aku ngk bisa marah sama kamu nal” sambil menemui ku yang masih terduduk di tempat tidur

“maaf ve, aku udah buat kamu kecewa malam itu” tertunduk

“sudah lah nal, aku sudah maafin kamu” jawab ve sambil membelai rambut ku

Begitu baik nya ve terhadap ku. Ia benar-benar tak membenci ku. Tak seharusnya aku melakukan perbuatan yang salah malam itu. Menyesal sangat menyesal, tapi bagaimana? Aku benar-benar sudah tidak tahu lagi cara apa yang harus aku lakukan demi menepati janji ku pada adyth.

#FLASHBACK ON#

“kinal, bagaimana dengan janji kamu? Malam ini harus kamu tetapi, kalau tidak kamu akan tau akibat nya” langsung mengakhiri telfon

Aku hanya terpaku dengan kata-kata itu. Haruskah aku melakukan hal ini? mungkin iya, demi menepati janji ku pada Adyth aku rela membuat ve kecewa padaku. Malam itu aku mulai melakukan aksi ku. Aku bermalam di apartement Tata, Ve yang sedari tadi menelfon ku tak ku hiraukan.

“nal, apa Ve tau kamu malam ini akan bermalam di apartement ku?”

“ngak” jawab ku singkat

“ouh, hmm kamu yakin mau bermain malam ini dengan ku?” sambil menggoda ku

“ta, ini hanya perjanjian bodoh. Aku sangat menyayangi ve, jadi jangan paksa aku untuk segera melakukan hal bodoh ini” jawabku begitu tegas

“kalau gitu minum dulu lah”

Alkohol? Ini kan minuman anti banget buat ku. Aku benar-benar tak mau meminum minuman ini. kalau aku minum ini sama aja menghancurkan kepercayaan ve padaku. Tapi percuma saja malah sebentar lagi aku akan menghancurkan kepercayaan ve terhadap ku. Ve maaf aku sudah berbuat yang benar-benar tak kuingin kan.

“ayolah di minum nal” kata tata sambil memberikan segelas alkohol

Ku lihat tata yang sudah sedikit mabuk terus menerus memaksa ku untuk meminum alkohol ini. tata terus memaksa ku hingga akhirnya ia begitu kasar padaku dan memaksa ku untuk meminum nya. aarghh akibat paksaan nya alkohol ini ku minum, untung saja hanya sedikit dan belum ada reaksi mabuk yang ku alami. Tata terus meminum alkohol yang ada di tangan nya, ia terus memaksa ku minum. Dari pada aku di paksa seperti tadi mending aku bohongi dia.

“ta, kamu udh mabuk berat gitu, lebih baik kamu istirahat deh”

“ngk ah nal, aku mau istirahat sama kamu aja” dengan wajah memerah nya karena mabuk

“iya iya nanti aku temui kamu kok, aku mau habisin minuman aku dulu” jawabku demi membohongi tata

“ya baiklah aku tunggu di tempat tidur yah” kemudian menuju tempat tidur dalam keadaan jalan sempoyongan

Akh! Apa yang harus aku lakukan mungkin kah aku harus lari dari apartement ini? tapi bagaimana dengan janji ku terhadap adyth. Aku bodoh, tak seharus nya aku menerima tawaran nya waktu itu. Dimana pikiran ku saat itu. Aarrghh.... aku benar-benar bodoh.

Lama ku termenung di sofa ini kemudian aku menuju ke kamar tata, ku lihat ia sudah tertidur pulas wajah nya memerah karena terlalu banyak meminum alkohol. Haruskah aku melakukan hal ini? aku begitu bingung. Tapi ntah kenapa hasrat membawa ku untuk ingin melakukan nya, tanpa tersadar hasrat ku mulai bergejolak, aku mulai naik ke atas tempat tidur tata. Ku terus melihat wajah manis nya itu. Ketika hendak memulai aksi ku seketika aku teringat dengan ve, memori ingatan ku membawa aku ke alam dimana aku dan ve selalu bersama, bahagia menghabis kan waktu bersama dan ku teringat ve mengatakan “nal, jangan pernah buat aku kecewa sama kamu J” mengingat kata-kata itu seketika ku tersadar. Aaah!! Apa yang kulakukan saat ini? tanpa basa-basi lagi ku loncat dari tempat tidur tata dan kemudian keluar dari apartement ini. tak kuhiraukan lagi janji ku terhadap adyth.

“hey! Apa yang anda lakukan, jam anda belum berakhir!” kata seorang bodyguard yang ternyata sudah mengawasi ku sedari tadi di luar dan mereka adalah orang suruhan adyth

“heh! Bilang sama bos kalian yah, perjanjian ini batal!!” kemudian berjalan cepat meninggalkan apartement

“tunggu, anda tidak bisa membatalkan begitu saja. Atau anda mau cari mati?”

“terserah apa mau kalian, saya tidak perduli lagi dengan perjanjian itu!”

Ketika aku hendak berjalan tangan ku di tarik oleh 2 bodyguard itu. Begitu kuat ia memegang lengan ku hingga tak bisa ku lepaskan.

“aagrh.. lepaskan!!” teriak ku meronta-ronta mencoba melepaskan pegangan ini

“diam!!” jawab bodyguard itu. Kemudian bodyguard ini menelfon adyth untuk memberitahu apa yang tengah terjadi. Mungkin saja bodyguard ini akan membunuh ku. Bair lah, aku pasrah, aku rela jika harus mati. Dari pada aku membuat kecewa ve dengan perbuatan yang sangat di benci nya. tapi seketika bodyguard ini menelfon adyth terasa dekapan tangan nya mulai melemah, mungkin dia lengah. Aah ini kesempatan ku untuk kabur dari sini. Dekapan itu pun lepas, aku berlari sekuat tenaga. Bodyguard itu terus mengejar ku hingga akhirnya kaki ku ini sudah tak tahan lagi berlari dan aku pun terjatuh. Sesak nafas ku saat itu dan akhirnya aku kembali di temukan oleh 2 bodyguard ini.

“haha ternyata Cuma segitu kemampuan berlari mu??”

Aku begitu takut melihat 2 bodyguard ini, ia seperti akan memukul ku. Nafas ku yang masih terengah-engah tak bisa lagi untuk melawan 2 bodyguard ini.

“jadi gimana? Mau memilih untuk melanjutkan perjanjian atau??” tawar bodyguard itu sambil memainkan tangan nya

“ngak, saya ngk akan pernah mau melanjutkan perjanjian itu lagi!”

“apa?? Jadi anda mau mati? Baik lah”

Seketika tendangan keras mendarat di perut ku. Aku begitu mengiris kesakitan, aku tergeletak di pinggiran jalan ini, di jalan yang sudah sepi di malam hari ini. kemudian aku di tegakkan dan kembali kepalan tangan melayang di perutku, kemudian ke wajah ku. Seketika wajah ku bonyok, berdarah-darah. Badan ku mulai melemas serasa hidup ku ini tak akan bisa di selamatkan lagi. Mencoba merangkak meninggakan ini aku tak bisa, aku terus di hajar oleh 2 bodyguard berbadan besar ini. mata ku mulai buram, jalanan seakan tak terlihat lagi. Namun tiba-tiba saja seseorang menolong ku. Tak tahu siapa dia, aku sangat membutuh kan pertolongan.

“kinal... kinal... kamu ngak papa?” tanya ve dengan perasaan khawatir melihat ku sudah bonyok

Ternyata yang menolong ku adalah ve. dari mana ia bisa tau aku sedang berada disini? Dan malam-malam begini?

“ve~” sambil ku lihat wajah nya dan kemudian mataku mulai gelap dan tak sadarkan diri.

#FLASHBACK OFF#

“ve bagaimana kamu bisa menolong ku malam itu?”

“seseorang memberitahu ku nal, perasaan ku juga khawatir saat itu. Sengaja aku membawa polisi untuk berjaga2 yang ntah apa yang akan terjadi nantinya. Dan ternyata benar kamu di serang oleh 2 pria berbadan besar itu” jelas ve

“truss pria berbadan besar itu kemana?”

“yah dia lari nal, tapi sudah dalam kejaran polisi”

Aku hanya tertunduk saat itu. Meratapi setiap kesalahan yang lakukan malam itu. Sebaiknya aku tutupi permasalahan ku. Cukup hanya aku dan adyth yang tau.

“siapa 2 pria berbadan besar itu nal?”

“aku juga ngak tau ve, tiba2 saja ia memukul ku” jawabku yang berbohong pada ve

“kamu ngak bohong kan sama aku nal?”

“ng... ng... ngk kok, ngapain aku bohong sama kamu” jawab ku begitu gugup

“ya udh aku percaya sama kamu. Kalau gitu kamu sarapan dulu, ntr kita ke dokter buat cek up luka-luka kamu yah”

“aku ngk laper ve”

“kamu harus makan nal, aku suapin deh” tawar nya

“ngk ve, aku ngk laper”

“kalau ngk mau makan aku ngambek nih” bete

“eh iya iya, aku makan. Suapin yah :D”

“nah gitu dong J” sambil menyuapi ku

Hari ini aku hanya terbaring lemah di tempat tidur ini. tadi juga baru selesai ke dokter untuk cek up. Untung saja luka dalam ku tak begitu parah. Kerjaan ku hanya tidur nonton tv dan kadang baca buku. Belum sempat sedikit pun aku menyetuh hp ku yang sejak kejadian malam itu tak kuhiraukan.

“nal, ini aku dapat titipan surat dari seseorang untuk kamu” sambil memberi kan surat itu padaku

“dari seseorang? Siapa?” heran. Kemudian ku baca isi surat itu. Ternyata adyth yang mengirim kan surat itu padaku. Seketika aku kaget membaca isi surat nya dan buru-buru kusembunyikan agar ve tak membaca nya.

“surat dari siapa nal?” tanya ve yang baru keluar dari kamar mandi

“ng... ngaaaakk... ini undangan dari kantor. Ngk penting banget sih” gugup sambil memasukkan surat itu kedalam laci.

“ouh, oiya nal tadi shania sms aku katanya mau jenguk kamu nanti bareng kak melody dan beby”

“kapan?” jawab ku singkat

“mungkin nanti malam”

#############################

“hai nal” sapa shania pada ku

“eh shania, yang lain mana?” tanya ku

“tuh masih di depan sama ve, ngk tau deh ngobrolin apa”

“ouh gitu”

“nal, lu bener ngk akan lanjutin perjanjian itu?” tanya shania sembunyi2

“iya shan, gw ngk tahan lagi dengan perjanjian itu”

“truss apa lu ngk takut dengan ancaman adyth terhadap lu?”

“ngk shan, gw rela mati demi ve. dari pada gw mengecewakan ve di depan mata gw”

“hmm iya deh”

Permasalahan yang ku alami saat ini tak hanya aku dan adyth yang tau, tapi shania pun tau. Shania adalah saksi dari semua perjanjian yang di berikan adyth padaku. Ia begitu paham apa yang terjadi. Aku menyuruh shania untuk merahasiakan permasalahan ini kepada ve. lama aku bercengkrama dengan shania muncul beby dan kak melody bersama ve. mereka bertanya-tanya apa yang terjadi dan aku pun menceritakan apa yang terjadi yah walaupun sebenarnya cerita yang aku ceritakan itu adalah tidak benar. Shania tak begitu menyimak cerita ku karena ia sudah tau permasalahan yang sebenarnya dan shania hanya menunduk menutupi semua permasalahan.

5 hari berlalu. Semua luka di badan ku sudah sembuh dan akupun bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

“ve, kita makan di luar yuk?” tawar ku sambil memeluk ve dari belakang yang sedang membereskan lemari pakaian.

“mau makan kemana nal?”

“hmm kemana yah?” bingung

“kamu aja bingung gitu mau ngajak makan kemana” sambil membalikkan badan nya ke hadapan ku dan kemudian memainkan dagu ku

“hmm aku tau ve, kita makan di restoran jepang aja”

“ide bagus, ya udah kita makan di sana”

Aku dan ve pun memilih makan di restoran jepang. Kebetulan aku dan ve sangat menyukai masakan jepang. Kami pun sampai di restoran jepang dan langsung memesan makanan. Menunggu beberapa menit akhirnya pesanan kami sampai dan langsung menikmati makanan jepang ini. lama aku dan ve di restoran jepang ini tiba-tiba saja seseorang mendatangi kami. ternyata adyth, ngapain dia disini? Mengganggu ketenangan ku saja dengan ve.

“hai ve” sapa adyth

“apa kabar?” tanya adyth sambil menjulur kan tangan nya.

Aku yang tengah berada di hadapan ve seketika berdiri dan menarik tangan ve kemudian pergi meninggalkan adyth. Aku ngk mungkin harus terus-terusan di sini bersama adyth, sama saja aku membuka semua perjanjian yang ku jalani bersama adyth. Ketika hendak berjalan menuju kasir, seketika adyth berkata....

“kinal, perjanjian itu tak bisa kau batalkan. Ingat yah!!” teriak adyth

Seketika aku kaget dan buru-buru membayar ke kasir, setelah itu meninggalkan restoran jepang ini. ve yang sedari tadi hanya terpaku melihat tingkah ku yang aneh ini. aku berjalan cepat menuju parkiran sambil menggenggam lengan ve.

“kinal, kamu kenapa sih?” tanya ve heran

“ngak usah di bahas ve, aku males” sambil masuk ke dalam mobil. Demikian ve.

Selama perjalanan aku terus memikirkan kejadian pertemuan singkat ku bersama adyth di restoran tadi. Terus terpaku ke arah jalanan yang lumayan macet ini. ve hanya melihat ku seperti orang bingung. Aku tetap saja diam sambil mengendarai mobil ku menuju apartement. Akhirnya aku dan ve sampai di apartement.

Di apartement aku hanya terdiam duduk di sofa. Kadang ku usap wajah ku dengan kedua telapak tangan ku ini. aku harus mulai dari mana? Mungkin kah aku kembali melakukan perjanjian itu? Tapi itu tidak mungkin, aku sudah bertekad untuk tidak melakukan nya lagi. Aku terus termenung memikirkan semua ini.

“nal~” panggil ve mendekati ku yang masih termenung di sofa.

“iya”

“kamu menyembunyikan sesuatu kan?”

“maksud kamu apa ve?”

“nal, bicaralah jujur sama aku, aku ngak suka kamu bohong”

“bohong apa ve?”

“perjanjian! Perjanjian yang di katakan adyth sama kamu tadi siang”

Seketika aku kaget dan kemudian berdiri meninggalkan ve menuju kamar.

“nal, jujur sama aku?” tanya ve yang mengikuti aku ke kamar

“aku capek ve, mau istirahat” jawab ku demi mengalihkan pembicaraan

“ngk, kamu ngk boleh istirahat sebelum kamu cerita sama aku!”

“ve, itu hanya perjanjian biasa, kerjaan kantor”

“kamu bohong nal! :”(“

“Ve!!! aku ngak bohong sama kamu!!!” jawab ku dengan nada membentak

“kinal~” air mata nya menetes

Aahk!! Apa yang aku lakukan? Aku membentak ve? itu bukan aku. Aku tak bisa mengendalikan amarah ku.

“Ve~ L

Ve hanya tertunduk dan menangis. Kemudian ia pergi meninggalkanku sendirian di kamar. Akh! Bodoh nya aku, aku begitu larut dalam amarah. Tak seharusnya aku berperilaku seperti itu pada ve. aku pun langsung menemui nya di ruang ke TV.

“ve, maaf yang tadi yah. Aku nyesel L

“aku ngak nyangka sama kamu nal :’(“

“ve, tadi itu aku ngk bermaksud untuk ngebentak kamu” sambil menggenggam kedua tangan ve

“nal, jujur sama aku!” menatap ku dengan bercucuran air mata

“maaf ve, aku belum bisa cerita sekarang” berdiri kemudian tertunduk

“kenapa nal?”

“maaf ve” aku pun pergi meninggalkan ve di apartement sendirian

Ve hanya menatap ku pergi meninggalkan nya. aku terus mendengar isak tangis nya. tapi aku ngak bisa terus-terusan di sini yang ve terus menanyakan soal perjanjian itu. Lebih baik aku refreshing otak dan mencari ketenangan batin. Entah kemana aku harus melangkah, bingung.



~Bersambung....


--------------------------------------------

holla^^ kembali lagi nih hehe tapi kali ini ngepost FF yang berbeda, untuk kelanjutan FF GreMids di pending dulu yah, aku buatin VeNal dulu. kebetulan banyak yang req Venal lagi. FF ini sebenarnya udah lama dibuat sih, sebelum FF Photography of love :D untuk kelanjutan GreMids di tunggu aja yah, masih dalam tahap penyelesaian :) Terima Kasih sudah membaca yah^^

Jumat, 06 Maret 2015

Fanfiction : Kotak Musik Gre (4) ( #GreMids JKT48 )

Kotak Musik Gre (4)

Hari begitu cepat berlalu, akhirnya liburan menghampiri ku. Namun liburan ku kali ini sama saja seperti tahun lalu. tidak ada yang spesial. Kenapa? yah seharusnya aku bisa menghabiskan waktu liburan ini bersama gre, tapi waktu berkata lain. Gre memilih berlibur keluar kota dan sekalian menghadiri acara keluarga. seminggu ia meninggalkan ku dan aku menghabiskan waktu liburan ku sedirian yang hanya berlangsung 10 hari. Mungkin hanya 3 hari kedepan saja aku bisa menghabiskan waktu liburan ku bersama gre.

Pagi ini cuaca tak mendukung, hujan terus mengguyur kota metropolitan ini. aku hanya menatap jendela kamar ku yang basah akan rintik hujan ini. selalu menggenggam hp yang nanti nya hp ini akan berdering bertanda gre akan memberi kabar kepada ku. Hujan-hujan gini membuat ku begitu bosan untuk terus berada di rumah, berharap hujan cepat reda. Lama ku menunggu akhirnya hujan ini pun reda. Aku pun pergi menuju lapangan basket untuk sekedar bermain saja mengisi waktu kosong ku ketika liburan.

Sampai lah aku di lapangan, ku lihat lapangan yang basah becek, ku hirup udara segar bekas hujan tadi yang membasahi lapangan basket ini. sebelum nya aku memulai untuk pemanasan terlebih dahulu agar badan ku tidak sakit-sakitan setelah bermain basket. Pemanasan selesai, aku pun langsung mengocek bola basket favorit ku, bermain sendirian. Di lapangan ini hanya ada aku, bola basket, ring basket ini dan kursi penonton yang kosong. Bola basket yang terus aku main kan, terus aku lempar ke ring basket itu. Terasa begitu sepi hari-hari ku saat ini. huft seandainya saja gre tidak memilih untuk keluar kota, mungkin liburan ku saat ini begitu indah.

“hamids!!” teriak seseorang memanggil namaku. Kemudian ku menoleh ke arah suara itu

“anggie?? Kamu ngapain disini?” tanya ku

“emang kenapa kalau aku kesini? Kan ini tempat umum”

“ya bener juga sih, tapi bukan nya kamu liburan ke luar kota yah?”

“batal mids, papa sibuk jadi batal deh”

“ouh gitu” jawab ku singkat sambil kembali bermain basket

“tumben ngk sama gre mids?” tanya anggie yang duduk di kursi lapangan ini

“dia lagi ke luar kota. Kata nya ada acara keluarga” jawabku yang masih sibuk bermain basket

“ouh” jawab ku yang hanya ber-oh ria. Ku lihat hamids yang tengah asik bermain basket di lapangan yang masih basah ini. badan nya yang tinggi, jago main basket dan rendah hati membuat ku semakin mengagumi nya, mungkin dulu aku begitu mengagumi nya, tapi sekarang aku begitu menyayangi nya. seandainya kamu tahu mids aku begitu menyayangi mu.

“hey ngie? Kenapa bengong gitu”

“eeh...” kaget “ng.. ngk papa kok” lanjut anggie

“huftt... “

“capek mids?”

“yah lumayan lah” sambil menghapus keringat

“nih gw bawain minuman buat lu” tawar anggie padaku

“truss lu?”

“gw ada kok J nih”

“thanks ya ngie J” sambil ku minum minuman pemberian anggie

“sama2 mids J” jawab ku sambil melihat wajah samping nya yang penuh keringat itu. Ingin rasanya ku hapus keringat itu tapi ngak mungkin aku harus menahan perasaan ini. mungkin ada saat nya ku bisa mengungkap kan perasaan ini padanya.

“oh iya ngie, jadwal turnamen basket kapan?”

“hmm kemarin gw lihat di papan info ruang osis sih belum ada, masih planning gitu”

“ouh gitu ya”

“iya” jawab ku singkat. Aku begitu tak tahan lagi melihat wajah hamids ini, rasanya aku pengen ungkapin sekarang aja. Akh apa ini waktu yang tepat? Apa mungkin hamids akan merespon pertanyaan ku. Aku begitu bingung. Perasaan yang begitu aneh ini benar2 tak bisa membuat ku jauh dari hamids sebelum ku mengatakan perasaan ku yang sebenarnya.

“ngie... anggie??”

“eh iya iya...” sadar

“lu kenapa? dari tadi kok bengong mulu sih? Lu mikirin apa?”

“ng.. ngk ada kok mids”

“ngie, kalau lu ada masalah cerita aja sama gw. Siapa tau gw bisa bantu” sambil menepuk pundak anggie

Hamids malah menawarkan padaku untuk bercerita padanya. Apa mungkin waktu benar2 sudah berpihak padaku? Apa mungkin ini waktunya aku harus mengatakan yang sejujur nya pada hamids? Baik lah mungkin ini saat ya.

“hmm baik lah gw akan cerita” sambil menunduk

“nah gitu dong” sembari minum

“mids, lu masih ingat kejadian di kelas itu?”

“di kelas? Yang mana?”

“itu, yang gw sempat menghapus keringat lu”

“ouh itu, iya iya gw ingat. Kelakuan lu yang aneh itu kan? Haha”

“iya aneh yah hehe, tapi dari keanehan itu sebenarnya benar mids” kemudian tertunduk

“benar maksud nya?” mulai heran

“ya... aku... aku... aku sayang banget sama kamu mids ><”

Kaget. Apa? Anggie sayang sama aku? Ngk mungkin, yang bener aja sih anggie sahabat karib ku ternyata memendam perasaan padaku. Akh! Apa ini? benar2 gila. Apa yang harus aku katakan. Aku sudah memiliki gre, dan gre begitu menyayangi ku. Tapi di sisi lain anggie sahabat karib ku memiliki perasaan yang sama seperti gre terhadap ku. Dunia ini seperti menertawakan ku, membuat ku begitu bingung apa yang harus aku lakukan. Kejadian itu ku kira hanya lelucon biasa tapi malah sebenarnya itu benar. Tuhan... apa yang harus aku lakukan?

“lu salah anggie, kenapa lu malah menyayangi gw?”

“aku ngk salah mids, ini benar semua ungkapan dari perasaan ku. Mids, ayo jawab. Apa kamu memiliki perasaan yang sama kepada ku?”

“ng.. ng... lu apa2an sih ngie?” kemudian berdiri

“mids, tolong beri jawaban itu?” berdiri dan menangkap tangan ku

“gw ngk bisa mids, maaf” kemudian ku pergi meninggalkan anggie

“hamids... hamids...” panggil anggie yang ternyata sudah menetes kan air mata nya

“kenapa kamu ngk mau jawab sekarang mids? Karena kamu udah punya gre?” teriak anggie yang kemudian mengaget kan ku seketika. aku pun menoleh kearah anggie yang masih terpaku melihat ku pergi, setelah mendengar anggie menanyakan hal seperti itu aku langsung pergi menutupi semua nya.

Ku pun berlari meninggalkan lapangan, namun perasaan ku begitu tak tega meninggalkan anggie sendirian di lapangan itu. Ingin rasanya aku kembali menemui nya disana. Tapi itu tidak mungkin, itu malah membuatku begitu bingung apa yang harus aku lakukan. Aku pun memilih untuk pulang sambil memikirkan anggie. Anggie maafin gw L

Mungkin hari ini begitu aneh buat ku. Kenapa perasaan aneh itu tiba2 muncul menghampiri ku. Apa tak ada pria lain saja yang bisa menemani anggie? Dan kenapa harus aku? Tak cukupkah hubungan spesial ku bersama gre ini berlangsung? Apakah harus ada orang ke dua. Ku tak mungkin melakukan itu semua. Aku sangat menyayangi gre, aku ngk mungkin ngedua in dia. Toh aku juga tak memiliki perasaan terhadap anggie. Akh! Semua membuat ku begitu pusing. Jalan mana yang harus ku pilih ku pun tidak tahu.

Malam kian larut, aku masih sibuk di depan layar laptop ku menikmati video permainan basket team favoritku. Hingga hp ku berdering bertanda ada pesan yang masuk. Ku lihat ternyata gre, ia mengatakan ia akan pulang esok hari. Yap sudah tepat satu minggu ia meninggalkan ku dan akhirnya besok dia akan pulang. Aku begitu bahagia ketika ia mengabarkan kepadaku.

Esok hari pun tiba. Aku sudah menunggu kedatangan gre di rumah nya. aku begitu bahagia, bahagia banget sudah seminggu aku tak bertemu gre. Lumayan lama ku menunggu akhirnya gre sampai di rumah. Ia melihat ku dan kemudian menghampiri ku. Ketika hendak bertemu aku dan gre saling berpelukan bertanda rasa rindu itu benar2 ada. Mama dan papa gre juga menyambut hangat atas kedatangan ku ke rumah mereka. Kemudian aku diajak gre menuju kamar nya.

“gre, gimana liburan kamu disana?”

“lumayan lah mids, bisa berkumpul keluarga2 disana. Tapi kadang aku suka kesepian karena ngak ada kamu L

“tapi sekarang kan aku udah ada di hadapan kamu”

“iya :D” sambil memelukku erat

“mids, selama aku tinggal kamu ngapain aja?” tanya gre

“yah main basket aja sih hehe”

“truss kamu ngk nakal kan?”

“ngk kok, mana mungkin aku nakal” sambil mencubit hidung gre.

“aaa... sakit tauk L” jawab gre sambil memegang hidung nya

“maaf deh maaf :D”

“masa iya sih mids kamu Cuma main basket terus, pasti ada kejadian seru kan? Cerita dong?”

Seketika aku terkaget mendengar ucapan gre. Apa maksud nya ia menanyakan hal seperti itu? Jangan sampai lah aku menceritakan kejadian waktu itu bersama anggie di lapangan.

“ng... ngk ada kejadian seru kok gre, lagian Cuma main basket doang haha”

“hmm iya deh”

Hari ini ku habiskan waktu bersama gre. Mendengar cerita nya ketika ia liburan di luar kota dan juga menceritakan acara keluarga nya itu. Senang ketika ia bercerita sambil tertawa. Aku melihat wajah nya begitu bahagia. Tertawa lepas. Aku harap tawa ini akan selalu ada buat ku. Walaupun badai menghadang kita berdua gre kita akan hadapi bersama.

Waktu kian bergulir hingga malam pun tiba. Aku memilih pulang dan berpamitan dengan orangtua gre. Tapi sebelum pulang aku memberitahu gre bahwa besok aku akan mengajak nya jalan2. Gre pun mengiyakan ajakan ku. Setelah itu akupun pulang.

Pagi pun tiba. Yap liburan ku hanya tinggal menghitung hari saja. Aku bergegas siap-siap untuk hangout bareng gre. Aku pun kemudian menjemput gre.

“kita mau kemana mids?”

“hmm aku mau ngajak kamu makan di restoran jepang. Kamu mau?”

“iya iya aku mau, kebetulan aku suka banget makanan jepang”

“ok deh :D”

Kami pun sampai di restoran jepang ini. segera memesan makanan yang kami sukai. sambil menunggu pesanan tiba aku dan gre saling bertatapan. Apa yang kami lakukan ini benar2 aneh. Padahal ini di tempat umum loh, masih sempat nya juga bertatap-tatapan gitu XD. Makanan yang kami pesan pun tiba, kami menikmati setiap makanan yang sudah kami pesan. Tak lama kemudian seseorang menemui aku dan gre.

“hai mids, hai gre” sapa anggie yang baru tiba

“eh anggie? Kamu makan disini juga?” Tanya gre

“iya, tuh aku bareng mama papa sih. Pas selesai pesen makanan aku ngelihat kalian berdua disini :D”

Aku kaget melihat anggie disini. Aku tertunduk dan tak berani melihat wajah anggie saat itu. Aku memilih menghabiskan makanan ku yang masih ada ini. sempat gugup melihat anggie disini, tapi aku mencoba untuk menyembunyi kan kegugupan ku.

“mids, sapa dulu dong temen kamu ini” sambil memukul tangan ku

“eh i.ii iya, hai juga ngie” sambil melihat wajah nya sejenak terus menunduk kembali

Hamids melihat ku begitu aneh. Ia seakan menutupi semua kejadian itu. Mungkin benar pertanyaan yang kulontar kan saat itu yang hanya basa basi semata ternyata benar. Hamids memiliki perasaan dengan gre. Tapi apa salah nya hamids juga membagi sayang nya kepadaku. Seakan hanya untuk gre sajakah sayang nya itu? Seandainya waktu bisa ku putar ku akan mengatakan perasaan ini sebelum gre menyayangi hamids.

“hmm kalau gitu aku balik dulu yah, udah di tungguin mama papa”

“ouh ya udah deh J

“bye J

“bye juga anggie J” jawab gre

Aku sedari tadi hanya diam dan tertunduk, ku biarkan saja gre dan anggie ngobrol. Dari pada aku gabung itu hanya akan mempersulit diriku untuk memikirkan perasaan anggie padaku.

“mids, kamu kenapa?”

“ng.. ngak papa kok gre” jawab ku gugup

“yuk kita balik” lanjut ku

“cepet banget mids?”

“eem...ee.. ini gre aku lupa, tugas ku belum selesai. Jadi aku harus segera ngerjain nya, ntar kenapa omel sama guru nya” jawab ku berbohong

“ouh ya udah deh”

Aku dan gre pun pulang. Selama dalam perjalanan aku begitu seperti orang cengo. Terkadang gre bertanya kepada ku dan aku hanya menjawab iya. Aku juga di protes kenapa menjawab hanya sekedar iya. Sampai lah aku dirumah, sebelum nya aku mengantar gre dulu. Di rumah tepat nya di kamar aku seakan tak bisa lagi mengerti perasaan yang datang menghampiri anggie. Segitu kah perasaan ia padaku sehingga menginginkan aku menyayangi nya? kepala ku seakan mau pecah. Pilihan yang benar-benar tak bisa ku tentukan. Ku tak bisa membuat salah satu dari mereka bersedih. Oh tuhan... seandainya saja tidak ada hubungan ini, mungkin aku tidak akan pernah merasakan hal sesulit ini.

Yap hari pertama masuk sekolah pun tiba. Kini aku duduk di kelas 3 SMA. Begitu juga dengan gre. Waktu terasa begitu cepat, seakan waktu ini bisa ku langkahi dengan cepat berharap gre tetap bersama ku selamanya. Namun satu hal yang tak kubayangkan sebelum nya dan belum ku selesaikan. Anggie, sahabat karib ku, teman seteam basket ku dia memiliki perasaan padaku. Sulit rasanya aku harus mengatakan apa, padahal aku setiap hari bertemu dengan nya. itu membuat ku tak tentu arah.

Hari pertama sekolah tak begitu aktif, jadwal pulang pun lebih awal. Aku memilih ke gor samping sekolah untuk bermain basket. Yah gor ini kosong, hanya ada aku yang sedang asik bermain basket. Hanya terdengar dentuman suara basket yang ku hentak kan ke lantai. Terkadang ketika ku shoot ke ring basket bola nya malah meleset, aku begitu tidak fokus saat ini. semenjak anggie mengatakan perasaan itu aku benar2 bingung. Apa yang harus aku lakukan.
“aaarghhh!!!! Apa yang terjadi padaku!!!” teriak ku sambil menghempas kan bola basket kelantai dengan keras nya kemudian terduduk memeluk lututku. Menyembunyikan wajah yang penuh keringat ini. apa yang harus ku perbuat. Anggie seakan membuat ku benar2 bingung, setiap kali ia bertemu dengan ku mata nya selalu berharap menginginkan ku. Apa aku harus menolak ia mentah2? Itu tidak mungkin. Sama saja aku menyakiti perasaan nya.

“maaf udah buat kamu seperti ini mids” kata anggie yang datang menemui ku di gor

Seketika aku menegakkan kepala ku dan melihat kearahnya. “kamu ngak salah ngie, kenapa harus minta maaf”

“seandainya perasaan ini ku utaran dulu mids, mungkin aku yang pertama sebelum gre” jawab anggie yang sudah menitihkan air matanya

Kemudian ku berdiri dan mendekati anggie “ngie, coba lah untuk mencintai pria lain. Aku bukan masa depan yang bisa membuat mu bahagia”

“tapi aku merasa aku selalu bahagia setiap ada di samping kamu mids :’(“

“tapi aku ngak bisa ngie”

“mids, sedikit aja.sayangi aku seperti kamu menyayangi gre :’(“

“maaf ngie, aku ngak bisa lakuin itu, aku sangat menyayangi gre”

“ayo lah mids” sambil menggengam tangan ku penuh harap

Seketika ku lepas kan genggaman itu “maaf ngie, aku ngk bisa J

Anggie terus menangis di hadapan ku, tak tega aku melihat nya nangis terus hanya karena ku. Salah ku sudah begitu menolaknya. Kemudian ku hapus air matanya dan kemudian ku peluk untuk menenangkan nya.

“hamids!” teriak seseorang memanggil nama ku

Seketika aku kaget dan cepat2 melepaskan pelukan ku terhadap anggie. Ternyata gre, apa yang sedang ia lakukan disini? Apa dia mendengar percakapan ku dengan anggie? Ah mampus.

“ge.. ge.. gre??” gugup

“aku ngk nyangka sama kamu mids” mata gre mulai berkaca-kaca

Kemudian berlari mendekati gre “itu tidak seperti yang kamu lihat gre”

“udah lah mids :’(“ kemudian pergi meninggalkan ku

Kemudian ku kejar gre dan menangkap tangan nya “mau kemana?”

“akh!! Aku kecewa sama kamu mids :’(” kemudian menghempaskan tangan ku dan pergi


Apa yang terjadi dengan hubungan Gre dan Hamids? Akankah hamids bisa mempercayai Gre sebenarnya itu hanya salah paham? Tunggu kelanjutan nya^^


~Bersambung...



-----------------------------------------------

haii baru ngepost nih, udah lama menunggu yah? maaf nih lagi sibuk kuliah jadi ngepost nya agak lama :( banyak yang pengen VeNal ada lagi? ntar deh di buatin lagi hehe tapi sabar yah, waktu saya juga sedikit buat nulis FF ini, mohon di maklumi yah :D 
gimana dengan part ini? maaf nih kalau agak aneh, masih bingung aja mau ngelanjutin ceritanya gimana -,- yang jelas di tunggu kritik dan saran nya yah^^
Terima Kasih sudah membaca :)

Selasa, 24 Februari 2015

Fanfiction : Kotak Musik Gre (3) ( #GreMids JKT48 )

Kotak Musik Gre (3)

Selamat pagi pangeran cantik ku. Happy 1 month anniversary J semoga hubungan ini tetap terjaga. Love you muaachh...:*

Begitulah ini pesan line ku berbentuk VN yang ku terima pagi ini dari gre. Mata ku yang sedikit sayu karena baru bangu tidur seketika berubah menjadi normal mendengar ucapan happy anniv dari hubungan kami. pagi yang indah untuk ku. Kebetulan hari ini libur jadi aku bisa sedikit menghabiskan waktu spesial ini bersama gre. Aku mengajak nya ke taman untuk merayakan hari jadi kami. mungkin sedikit agak aneh yah, hubungan terlarang ini ada happy anniv juga. Tapi bodo ah, yang jalanin toh aku dan gre.

Pagi ini aku bergegas menjemput gre. Rapi memang kan mau ketemu calon mertua eh salah, maksud nya ketemu gre haha.

“permisi” sambil ku ketuk pintu rumah gre

“iya, eh hamids” ternyata yang membukakan pintu untuk ku adalah gre sendiri.

Aku melihat gre begitu kaget. Pagi pagi gini udah di sambut sama bidadari. Seketika aku terpaku melihat gre yang berada di hadapan ku.

“mids... hamidss...” tegur gre

“eh maaf maaf” tersadar. “kamu sudah siap?” lanjut ku

“kamu kok bengong sih mids :D, iya udah kok”

“aku spechless lihat kamu :p”

“ah bisa aja kamu” malu

“ya udh yuk kita jalan”

“yuk”

Aku dan gre pun menuju taman yang sudah di janjikan. Ku dan gre duduk di pinggiran danau buatan yang berada di taman ini. menikmati setiap hembusan angin yang sepoi sepoi yang membuat rambut kami di terjang angin. Seperti iklan shampo saja XD.

“hai gre” aku yang baru datang sambil membawa sebuah pancake dengan lilin di atas nya

“hamids, kemana aja?”

“hehe nih aku bawain pancake. Kita rayain sama2 anniv ini”

Kami pun merayakan bersama dan menikmati setiap detik moment2 ini.

`~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“hamids~”

“iya gre?” sambil melihat kearah gre

“kamu lihat kura-kura yang ada di dalam danau ini?”

“iya aku lihat”

“begitu romantis yah, selalu berenang bersama dan kadang suka jalan bareng gitu kalau lagi di darat”

“iyah” sambil melihat ke arah kura-kura itu

“apa hubungan ini akan seromantis kura-kura itu mids?”

“mungkin lebih gre, aku akan jadi kura-kura jantan itu sebagai pelindung mu”

“benar mids?” sambil melihat ke arah ku

“benar gre, aku ngak mau kamu sendirian, di sakiti apalagi sedih” sambil ku rapikan poni nya

Gre hanya diam mendengar jawaban ku. Ia terus menatap kura-kura itu. Ku lihat ke wajah nya terlihat air mata menetas di pipi nya. seketika ku hapus air mata itu. Ku hadap kan wajah nya ke hadapan ku dan ku genggam kedua tangan nya.

“gre, aku akan selalu ada buat kamu. Di saat senang maupun duka J

“makasih mids :’)”

“sama2 gre” sambil ku peluk tubuh nya.

Sungguh hari ini adalah hari yang bahagia buat ku dan gre. Hubungan yang sudah menginjak 1 bulan. Banyak masa dimana kami melewati setiap keadaan. 1 bulan bukan lah hubungan yang lama, selama 1 bulan ini kami jarang sekali berantem. Sekedar berantem saja setelah itu baikan lagi. Berharap tak ada permasalahan besar mengguncang hubungan kami nantinya.

Melewati setiap hari bersama gre, menghabiskan waktu libur bersama gre. Hal yang sangat aku ingin kan selalu berada di samping gre. Aku dan gre bukanlah pasangan dewasa biasa nya, kami hanya lah anak kecil yang belum mengenal cinta lebih jauh. Tapi kenapa kami terjerumus ke dalam hubungan terlarang ini. mungkin kah takdir yang membawa kami? entah lah hanya tuhan yang tau.

“mids, ntar pulang sekolah ngumpul di lapangan yah” kata anggie

“iya iya” jawab ku yang tengah sibuk menulis catatan biologi

“gilak, ni kelas ngk ada AC nya apa? Panas banget -.- padahal di kelas Cuma ada kita berdua“ gerutuku sambil mengipas2 dengan buku yang ada di meja

“ya elah mids, kan lagi mati lampu”

Ketika lagi asik nya ku menulis tiba-tiba saja tangan anggie mengarah ke pipi ku. “eh lu ngapain ngie?” tanya ku kaget

“mau ngapus keringat kamu J

“eeh sejak kapan lu panggil gw kamu??” heran

“tadi haha”

“mids, lu kalau di lihat2 ganteng juga kalau jadi cowok” lanjut anggie

“apaan sih lu?” mulai merasa aneh

“iya loh, lu ganteng banget :*”

Seeketika aku kaget dan melompat dari kursi ku. Ada apa dengan anggie? Dia terlihat begitu aneh. Menggoda banget.

“lu apa2an sih ngie??”

“haha kenapa sih?”

“itu tadi?”

“haha hamids hamids, lu kira gw suka sama lu? ya kagak lah, gw masih normal keleuss”

“issh becandaan lu menyeram kan” kemudian menggambil buku catatan ku dan menuju kantin untuk melanjutkan nya.

“mids, mau kemana?”

“mau ke kantin”

“kok bawa buku?”

“gw mau kerjain di sono” sambil berjalan cepat menuju kantin

“iya deh iya :D ” jawab anggie. “seandainya lu ngerti mids, gw sebenarnya memandam perasaan sama lu :’)” kata anggie dalam hatinya.

Issh apaan sih anggie tadi itu? Menggoda ku sampe segitunya. Apa jangan2 dia suka sama ku?? Haaa?? Jangan sampe dia suka sama aku. Aku kan udh ada gre. Eh tapi kan dia bilang ngk mungkin dia suka sama aku. Tapi ku masih ngk percaya, apa benar dia berkata seperti itu? Ku lihat dari tatapan mata nya seperti serius. Ah sudah lah lebih baik aku menyelesaikan catatan ku.

Kemudian ku lanjutkan catatan ku yang sempat tertunda tadi karena ulah anggie padaku. Hingga akhirnya bel masuk pun berbunyi. Aku bergegas kembali ke kelas. Kegiatan hari ini selesai. Tak lupa sebelum pulang aku berkumpul ke lapangan yang sudah di beri tahu sebelum nya. setelah selesai ngumpul aku pun segera pulang. Aku mau istirahat, capek banget hari ini.

Aku pun sampai di rumah. Ketika hendak membaringkan badan ku di ranjang ku yang empuk ini, tiba-tiba saja hp ku berbunyi. Sebenarnya males buat angkat, tapi karena yang menelfon ku gre ya sudah aku harus mengangkatnya.

“iya. Hallo gre?” sahut ku

“mids, besok kamu pulang sekolah jam brapa?”

“hmm jam 2. Kenapa?”

“setelah pulang sekolah mau ngak nemenin aku ke apartement kakak sepupu ku”

“boleh boleh, apartemnet mana?”

“di apartement....”

“ya baik lah, besok aku temenin J

“makasih mids, oiya sekarang kamu lagi ngapain?”

“sebenarnya mau tidur, hihi abis nya capek bgt baru pulang sekolah. tapi karena kamu nelfon ngk jadi deh :D”

“hmm ya udh kamu istirahat aja gih, aku juga mau istirahat”

“hmm ya udh deh, selamat istirahat putri kecil ku muachh... :*”

“selamat istirahat juga pangeran cantik ku muachh... :*”

Esok hari pun tiba. Aku segera buru2 pulang untuk ganti baju dan langsung menuju ke rumah gre. Kebetulan hari ini ada mobil nganggur di rumah, jadi aku bisa naik mobil bareng gre hehe. Aku pun menuju rumah gre. Ternyata gre sudah menunggu di depan gerbang rumah nya.

“gre, lama ya nungguin nya?”

“ngk kok” sambil masuk ke dalam mobil

“tumben kamu bawa mobil”

“hehe kebetulan kakak ku lagi ke luar kota jadi mobil nya ngaggur, ya udh aku pake :D”

“ouh begitu”

“hmm emang kita mau ngapain ketempat kakak sepupu kamu gre?”

“ini mama minta tolong kasihin kue ini untuk kakak sepupu ku, kebetulan dia suka banget sama kue buatan mama”

Selama perjalanan aku dan gre selalu mengobrol bersama. hingga akhirnya sampai lah kami di apartement yang di tuju. Aku mengikuti setiap langkah gre kemana ia pergi. Hingga sampai di tempat tujuan. Gre kemudian mengetuk pintu nya.

“permisi” sambil mengetuk pintu

“iya sebentar yah” jawab seorang wanita dari dalam apartement itu

Beberapa detik kami menunggu akhirnya pintu pun di buka. Ternyata yang membuka adalah seorang wanita cantik. seketika aku spechless gitu lihat nya.

“eh gre, ayo ayo masuk J

“iya kk  makasi, yuk mids?”

“iya J” jawab ku

“kak, ini titipan mama”

“oh iya, makasih gre. Kakak siapin dulu yah”

“iya kak”

“hmm gre, kakak kamu cantik juga yah hehe” bisik ku pada gre

“truss kalau cantik kenapa?” jawab gre jutek

“ya gpp sih, pantes adik nya cantik kayak kamu. Wong kakak nya cantik begitu :3”

“ah kamu ini mids :$” sambil mencubit pinggang ku

Ketika lagi asik-asik nya melihat-lihat isi apartement ini. Dari arah pintu kamar keluar seorang cewek berambut pendek dan kemudian berjalan ke arah aku dan gre bersama kakak sepupu nya gre.

“hai kak kinal J

“eh hai gre, udah lama disini?”

“ngk kak, baru nyampe kok”

“oiya kak ve, kak kinal ini kenalin temen aku nama nya hamids”

“hallo kak, aku hamids J” sambil berjabat tangan dengan ve dan kinal

Kami pun berkumpul bersama di ruangan keluarga apartement ini. mengobrol bersama saling tertawa satu sama lain. Segala macam bahasan kami bahas hingga akhirnya aku mulai akrab dengan kak ve dan kak kinal. Suatu ketika gre dan kak ve yang tengah sibuk di dapur dan aku bersama kak kinal tengah asik bermain Ps bersama. tiba-tiba saja kak kinal menanyakan sesuatu padaku.

“kamu punya hubungan spesial dengan gre kan mids?” tanya kinal yang masih terpaku kearah layar lcd itu sambil memainkan stick PS nya.

Seketika aku terkaget mendengar ucapan kak kinal. darimana ia bisa tau? “hah?? Ng.. ng.. “ gugup

“sudah lah ngaku saja mids, kakak merasakan hal yang sama dengan mu kok” masih terpaku dengan layar lcd

“maksud nya kak?” sambil menoleh ke arah kinal

“kakak juga memiliki hubungan dengan ve, sama seperti kamu dan gre” jelas kinal yang sudah menatap ku

“hah??” kaget denger nya

“kamu biasa aja kaget nya haha”

“hehe abis nya di kirain hanya aku dan gre saja yang memiliki hubungan spesial kak :D”

“kalau boleh tau udh berapa lama kak?” lanjut ku

“sudah 3 tahun J

“3 tahun?? Woww :o”

“makanya kamu harus bisa lebih dari kami:D” kata kak kinal sambil menepuk pundak ku

Di dapur yang hanya ada gre dan ve tengah asik masak spageti buat di santap bersama-sama nanti nya menanyakan hal yang sama.

“gre, sudah berapa lama hubungan spesial kamu dengan hamids berjalan?” tanya ve sambil menatap ku dengan menompang dagu nya

“hubungan spesial?? Hmm.. umm..” gugup

“kenapa kamu gugup gre? Bener kan?”

“dari mana kakak bisa tau? ><”

“dari segi pandangan kamu melihat hamids”

Aku hanya menunduk tersipu malu atas ungkapan kak ve kepada ku.

“gre, kakak juga memiliki hubungan spesial dengan kak kinal” lanjut ve

“hah?? Yang bener kak?” tanya ku kaget

“iya, kalau ngak percaya tanya aja sama kak kinal”

“hehe :D” jawab ku yang hanya tertawa

“kamu gre, kecil2 udah pinter cinta-cintaan :D” kata kak ve sambil mengacak rambutku

Beberapa menit kemudian kami pun kembali berkumpul bersama. menikmati spageti buatan kak ve dan gre. Bau masakan nya begitu enak, aku dan kak kinal begitu lahap memakan spageti buatan dua wanita cantik ini. tak segan segan nya kak kinal menyuapi kak ve di hadapan ku dan gre. Aku dan gre hanya bisa melihat tingkah mereka sambil melahap spageti ini masing-masing.

“kalian kenapa?” tanya kinal

“hehe gpp kok kak” jawab ku. “iya kak gpp kok :D” begitu juga gre

Waktu terus bergulir hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Aku dan gre memilih untuk pulang. Karena besok pagi aku dan gre harus kembali sekolah.

“kak, gre sama hamids pulang dulu yah”

“iyah, hati2 yah kalian” jawab ve

“mids, kamu bisa cerita dengan kakak kalau ada masalah dengan gre” bisik kak kinal padaku ketika hendak keluar

“humpp... iya iya kak”

“ya udh, hati2 yah J” kata kak kinal sambil merangkul kak ve

Aku dan gre pun pulang. Selama dalam perjalanan kami begitu bertanya-tanya ternyata kak kinal dan kak ve itu memiliki hubungan spesial sama sperti kami berdua.

“tak kusangka gre, ternyata kakak sepupu mu juga memiliki hubungan sama kak kinal”

“haha iya nih mids, aneh banget. Dikirain Cuma kita aja yang lakuin ini”

“pantesan mereka tau kalau kita punya hubungan spesial. Kan mereka juga ngejalanin yah. Aduh aduh pucing pala berbi”

“ih apaan sih kamu mids :D” sambil memukul lengan ku

Begitu aneh hari ini buat ku. Tak terbayangkan sebelum nya, yang ku kira hanya ada aku dan gre saja yang menjalani hubungan spesial ini. tapi kakak sepupu gre juga sama seperti kami berdua. Aku seperti jatuh di lubang yang tak berpenghuni. Hubungan yang sangat di tentang ini benar-benar ada. Hubungan kak ve dan kak kinal yang berjalan selama 3 tahun benar2 membuatku tak menyangka. Berharap hubungan ku dengan gre sama seperti kak kinal dan  kak ve.

Bagaimana kisah couple GreMids selanjut nya? tunggu next part yah :D



~Bersambung.....


-------------------------------------

terimakasih sudah membaca^^
gimana yang di part ini? haha sengaja nih masukin karakter VeNal, abisnya aku bingung mau buat gimana lagi cerita nya haha XD truss aku juga ngk bisa jauh2 nih dari couple Venal :3 
maaf ye kalau agak ngawur cerita nya, apa lah saya ini, masih penulis newbie :( 
di tunggu kritik dan saran ya yah^^
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com