Senin, 16 Februari 2015

Fanfiction : Photography of Love (9) ( Ve x Kinal JKT48)

Photography of Love (9)

Prakk!!! Seketika ku terkaget melihat foto ku bersama kinal jatuh terlungkup. Ku lihat kaca bingai itu pecah tepat di bagian foto kinal. Apa yang sedang terjadi, perasaan ku tak tenang. Semenjak kinal memilih untuk pulang perasaan ku sudah mulai khawatir padanya. Seketika ku ambil hp dan kemudian menggubungi kinal. Panggilan pertama tak ada jawaban, ku coba kembali menghubungi nya sama saja tetap tak diangkat. Ku sangat khawatir dengan kinal, hingga seseorang mengirim sebuah pesan broadcast untuk ku, di situ di kasih tau bahwa ada kecelakaan di jalan... seorang wanita membawa mobil jazz barwarna hitam denga plat mobil... aku kaget melihat pesan itu kemudian aku telfon kembali ke nomor hp kinal.

“hallo”

“hallo hallo ini kinal?” tanya ku yang mulai panik

“ouh maaf mba, saya bukan kinal. Tadi saya yang menolong temen mba kecelakan di jalan...”

Apa? Kinal kecelakaan? Seketika air mata ku jatuh berlinangan. Ku terduduk sambil bersandar di dinding.

 “se sekarang kinal nya gimana mas?” tanya ku dengan suara serak bercampur tangisan

“sekarang teman mba sudah di bawa ke rumah sakit...”

Sesegera ku langsung menuju rumah sakit. air mata ku jatuh begitu deras selama perjalanan menuju rumah sakit. tak ku sangka kinal mengalami kejadian seperti ini. hingga akhirnya aku sampai di rumah sakit. ku segera berlari menuju reception menanyakan dimana kinal. Kemudian aku menuju ruangan dimana kinal sedang di periksa. Perasaan ku kian khawatir pada nya air mata ku terus mengalir. Mondar mandir sambil menggigit jari ku di depan ruang ICU dimana kinal dirawat. Tiba2 dokter yang memeriksa kinal keluar.

“dok bagaimana keadaan kinal?” tanya ku panik

“dia kritis akibat benturan hebat di kepala nya, berdoa saja semoga dia baik2 saja”

Ku pun langsung masuk keruangan kinal di rawat. Kulihat kinal terbaring lemah dan berbagai macam alat kedokteran terpasang di tubuh nya. ku dekati kinal dengan rasa tak percaya akan terjadi hal seperti ini. air mata ku kembali jatuh di hadapan kinal, ku elus pipi kinal yang tengah tertidur ini. “kinal, ini aku ve T_T”

Ku masih tak percaya akan kejadian ini, seandainya aku tidak mengizinkan nya pulang mungkin semua tak akan terjadi seperti ini. ku hanya terus memandang wajah kinal tak tega aku meninggalkan dia. Aku harap ia akan bangun dan melihat ku dihadapan nya. Hingga malam pun larut, aku tertidur sambil menyandarkan kepalaku di tempat tidur kinal.

~~~~~~~

“ve?” dengar ku seseorang memanggil nama ku. Seketika ku terbangun dari tidur ku.

“kinal? Kamu? Kamu sudah sadar?” tanya ku yang senang melihat kinal sadar

“aku panggilin dokter dulu yah buat periksa kamu” lanjut ku terburu2 untuk memanggil dokter

“ngk usah ve, aku Cuma mau ngomong sesuatu sama kamu”

“ngomong apa nal?” tanya ku heran

“ve, kalau seandainya aku ngk ada di samping kamu lagi, kamu harus ikhlas yah J

“maksud kamu nal?”

“aku harap kamu mau menerima dika ve, aku bahagia di sana jika melihat mu bahagia bersama dika”

“kinal! Apa maksud kamu? Aku ngak ngerti?” tanya ku heran bercampur takut

“satu keinginan ku sebelum pergi ve, tolong terima dika apa adanya. Dia orang baik ve, kamu pasti akan bahagia bersama dika J

“kinal~” suara ku semakin pelan dan kemudian menitihkan air mata.

`~~~~~~~~

Tiiiittt.......... suara detak jantung kinal di alat monitor itu flat. Seketika aku terbangun dan kaget. Dokter kemudian masuk ke ruangan dan menyuruhku keluar dari ruangan. Aku sangat panik saat itu, ku berdoa agar kinal tidak apa2. Tapi tadi itu aku hanya mimpi? Kinal sadar mengatakan sesuatu padaku. Tuhan... tolong jangan panggil kinal secepat ini :’(. Lama ku menunggu akhirnya dokter keluar ruangan.

“dok gimana?” tanya ku panik

“maaf, dia tidak bisa di selamatkan lagi” jawab dokter dengan perasaan kecewa

Seketika air mata ku jatuh dan badan ku terasa lemas. Rasanya mau pingsan mendengar jawaban dokter ini. ketika badan ku hampir jatuh tiba2 saja seseorang menangkap ku dari belakang. Ternyata dika, ia datang bersama mama. Kemudian aku duduk di samping mama, air mata ku terus mengalir sambil kutermenung. Tak ku sangka kinal meninggalkan ku begitu cepat. Di saat itu juga dika datang menemui ku membawa sebotol minuman dan roti. Ia begitu perhatian padaku, padahal aku sangat tak menyukai nya.

Pagi pun menjelang, kinal hari ini akan segera di makam kan. Aku memilih pulang dulu untuk mengganti pakaian. Di dalam kamar aku hanya menangis meratapi foto ku bersama kinal. Ku peluk erat foto itu. Ku ambil selendang ku dan kemudian ku berkaca, terlihat wajah ku yang sembab memerah akibat aku menangis terus menerus. Aku pun pergi menuju dimana kinal akan di makam kan.

Sampai lah aku dimana tempat kinal akan beristirahat selama-lama nya. Ku lihat orang tua kinal yang menangis di hadapan makam anak nya. Kaca mata hitam yang menutupi mata ku tak kan pernah tertutup akan air mata ku yang mengalir. ku menuju makam kinal, semua orang telah pergi. Hanya ada aku dan kinal yang telah terkubur di tanah ini. berat rasanya untuk merelakan kinal pergi.

~~~~~~~~~~~~~~

Ku lihat dari kejauhan ve yang terus menangisi kepergian ku. Mungkin saat ini aku ngak bisa lagi menemani mu ve, ada pria lain yang benar2 mencintai dan menyayangi mu lebih dari apapun. Aku harap kamu mau menerima dika ve. aku akan bahagia jika kamu menerima dika J

~~~~~~~~~~~~~~~

“ve” panggil dika menemui ku

“ayo kita pulang, hari sudah mulai mendung” lanjut dika yang kemudian duduk di sebelah ku

“aku masih mau di sini T_T”

“kinal ngak mau lihat kamu nangis terus ve” sambil menghapus air mata ku dengan jari nya

Aku hanya menangis dan terus menangis. Hingga rintik hujan membasahi setiap tanah ini. dika kemudian memayungi ku. Dan memeluk ku untuk berdiri meninggalkan makam ini. dengan berat hati ku tinggalkan makam kinal yang basah akan air hujan ini. ku pun pulang diantar oleh dika.

“dika, makasih yah” sambil langkah ku menuju kamar

“sama2 ve J

“dika, kamu disini dulu. Biar tante buatin teh hangat. Lagian di luar masih hujan deras”

“ouh iya tante”

Di cermin ini ku lihat segala apa yang ada di tubuh ku saat ini. pakaian yang berwarna hitam, wajah memerah dan sembab, mata yang bengkak dan bekas air mata yang masih terpancar jelas di pipi. Tak kusangka kejadian kemarin itu adalah hari terakhirku bersama kinal. Tak tersadar air mata ini kembali jatuh. Mengingat kisah2 yang pernah ku lewati bersama kinal. Tapi seketika aku teringat akan kata2 kinal sebelum ia pergi. Ia mengatakan untuk menerima dika apa adanya. Sejenak aku memikirkan hal itu, mungkin ini rencana tuhan. Kinal ingin aku bahagia bersama dika, tapi bagaimana? Aku sama sekali tak memiliki perasaan pada nya.

2 minggu setelah kepergian kinal, kini kehidupan ku masih di ratapi kesedihan. Berulang mencoba untuk mengikhlaskan kinal. Ku duduk di balkon kamar ku sambil menompang dagu di lutut ku. Kenangan itu tak bisa aku lupakan begitu saja, sayang ku kepada kinal sangat dalam. Begitu susah ku melupakan semua kenangan itu.

Dika selalu menemui ku, mencoba mencari perhatian padaku. Tetap saja aku tak memperdulikannya. Ia selalu memberikan nasihat padaku. Entah apa yang ada di pikiran nya, ia sama sekali tak membenci ku atau pun menyerah untuk mendapatkan hati ku. Ia tetap saja perhatian. Lama kelamaan hati ku mulai luluh, ku mencoba untuk menerima dika dengan lapang dada. Hingga suatu malam aku bermimpi akan kinal yang mengatakan...

“ve, bukalah hati mu untuk dika. Aku bahagia disini ve, tapi aku akan lebih bahagia lagi jika kamu mau menerima dika apa adanya J

Mimpi itu seaakan membuat ku kian mencoba untuk mencintai dika apa adanya. Mungkin ini saat nya aku memilih masa depan ku yang baik. Mencintai pria seutuh nya. Hingga suatu ketika dika yang datang menemui ku seperti biasa. Aku dengar dika sedang berbicara dengan mama di ruang tamu, mungkin ini saat nya aku menerima permintaan mama di hadapan dika.

Aku kemudian menuju mama dan dika yang sedang mengobrol di ruang tamu. Aku duduk dengan perasaan tegang. Dengan perasaan yang berdebar-debar ku beranikan diri ku mengatakan hal ini.

“dika, maaf yah atas semua sikap ku yang selalu dingin padamu”

“gpp ve, aku paham kok kamu selalu seperti itu daaan Aku masih sayang sama kamu ve J

“makasih dik kamu udah sayang sama aku J

“daan... ma?” lanjut ku mengarah ke mama

“iya ve”

“hmm ve... ve mau menerima pria pilihan mama” kemudian tertunduk

“kamu yang benar ve??” jawab mama yang kaget mendengar nya

“iya ma”

“ya ampun ve, mama ngak nyangka sama kamu :’)” mama kemudian memeluk ve. bahagia terpancar di wajah mama waktu itu. Dika yang melihat merasa bahagia juga, ia tak menyangka ve akan menerima nya.

Aku lakukan semua ini demi kinal, demi apa yang diinginkan kinal sebelum ia meninggalkan dunia ini. mimpi yang tak pernah kubayangkan sebelum nya benar akan terjadi. Ketika Tuhan berkehandak semua akan terjadi. Begitu lah antara aku dan kinal, kami berdua di pisahkan dengan cara yang berbeda. Mungkin ini balasan akan hubungan terlarang kami selama ini. semoga kamu tenang di sana nal, aku akan selalu do’ain kamu :’)

~1,5 tahun kemudian~

Bahagia... yah hanya bahagia yang ku rasakan saat ini. memiliki keluarga bahagia. dika yang awal nya tak ada pikiran ku akan menjadi suami ku nanti nya ternyata hanya pikiran buruk ku saja, aku malah menikah dengan nya. Aku mencoba untuk mencintai nya, memang butuh waktu lama, tapi aku berhasil. Berkat kinal yang selalu menguat kan aku akan arti cinta yang sebenarnya. Keluarga ku kian bahagia lagi setelah aku dan dika di karuniai anak perempuan yang cantik, kesepakatan ku bersama dika memberikan nama untuk putri pertama kami yaitu Kinal. Aku memilih nama ini sebagai rasa sayang ku kepada kinal. Aku ingin nanti nya kinal tumbuh besar seperti kinal yang ku kenal dulu, jiwa jendral dan bertanggung jawab yang selalu ada dalam dirinya. Aku juga berharap tak ada hubungan terlarang nanti nya, cukup hanya aku dan kinal rasakan dulu.

Suasana senja langit yang terbentang luas mengiringi setiap kebahagiaan ku, dika dan putri kami. kami tidur di menghadap keatas memandang langit bersama. Damai yang ku rasakan.

“ma, seandainya kinal ada di sini, mungkin suasana ini terlihat lebih menyenangkan J

“iya benar pa :”)” air mata ku jatuh saat itu juga. Mengingat semua kenangan ku bersama kinal dulu.

“kinal di sini ma! Pa!” teriak kinal kecil mengagetkan kami berdua

Hahahahaha aku dan dika tertawa melihat tingkah kinal kecil ini dan ku peluk erat tubuh kinal saat itu juga sambil ku cium pipi nya.

Hmm... nal aku rasa kamu bahagia disana. Keinginan mu untuk kebaikan ku sudah tercapai. Aku harap kamu mendapatkan yang terbaik di sana. Hubungan kita dulu cukup hanya aku, kamu, tata dan teh melody yang tau. Makasih buat semua rasa sayang yang pernah kamu curahkan pada ku nal, Dan awal pertama kita bertemu tak akan pernah ku lupakan J.


THE END


--------------------------------------------

haii kembali lagi nih, posting part terakhir Phtography of Love nya VeNal :D kebetulan hari ini kosong yah jadi ngk sibuk, mungkin minggu depan sibuk lagi :D oh iya, untuk part terakhir ini sengaja POV nya lebih ke Ve yah, karena Kinal disini aku buat udah ngk ada lagi hihi. sebenarnya bingung mau mengakhiri cerita nya gimana, jadi maaf kalau agak gimana gitu yah hehe :D
Terima kasih sudah membaca dan menunggu setiap part nya^^

Cast :
-Devi Kinal Putri
-Jessica Veranda
-Thalia
-Melody Nurramdhani

Story by :
Owner dan temen owner  XD

Caution :

Cerita yang kami buat ini hanya sebatas hiburan yah, ngak ada maksud buat menjelek2an siapapun. Kami buat cerita ini karena kedekatan persahabatan kinal dan ve yang unik (VENAL). Kalau di buat cerita begitu seru. Jadi di harapkan untuk tidak memberitahu kepada objek demi kebaikan objek yang di ceritakan. Terima Kasih^^ Salam 48 :p

Selasa, 10 Februari 2015

Fanfiction : Wink wa 3 kai (Ku berkedip 3 kali)

Wink wa 3 Kai
(Ku berkedip 3 kali)

Pagi hari di kala burung-burung berkicau dengan merdu nya matahari yang kian menampakkan sinar nya membangun kan ku dari lelap nya tidur. Ku lihat jam yang sudah tepat pukul 6.30 pagi.

“haa??? Aku telat!!!” teriak ku yang terjatuh dari ranjang dan kemudian bergegas menuju kamar mandi. Buru-buru ku siapkan semua, sampai2 kaus kaki ku tertinggal di kamar dan aku harus kembali lagi ke atas untuk mengambil kaus kaki.

“aduuh pake acara ribet segala pasang nih sepatu” gerutu ku

Kemudian ku turun sambil berlari untuk sesegera berangkat ke sekolah. Tak lupa ku ke ruang makan untuk berpamitan dengan mama papa dan kakak ku.

“eeh sarapan dulu dong sayang” kata mama yang melihat ku terburu-buru

“aah ngk sempat lagi mah, nadse udah telat nih. Nadse pergi dulu mah, pah, kak melody” kata ku sambil tergesa-gesa meminum segelas susu dan kemudian kabur begitu saja menuju sekolah.

“hmm dasar, telat mulu ke sekolah nya” kata melody sambil melahap sarapan nya.

Akhirnya aku sampai di sekolah. Ternyata aku benar2 sudah terlambat. Ku lihat gerbang yang sebentar lagi akan di tutup, sesegara mungkin ku berlari dengan sekuat tenaga hingga akhirnya sampai dan menyalip masuk.

“huhh untung saja badan ku kecil, jadi masih bisa buat nyalip masuk haha” kata ku sambil membersihkan baju ku. Setelah itu aku langsung menuju kelas. Sebelum masuk kelas aku menyelinap-menyelinap, melihat keadaan di sekitar kelas. Apakah guru sudah masuk atau belum. Ketika ku lihat ternyata guru belum masuk. Untung saja.

“hey lu kok tiap pagi telat mulu sih? Kek kagak ada jam aja di rumah lu -,-“ tanya shani sahabat karib ku

“ya ada lah -,-“

“eeh eeh nads, lu tau ngak sekolah kita bakalan ada siswa baru loh. Katanya dia ganteng banget tauk :3”

“truss gw harus bilang wow gitu? -,-“

“yaelah nads, lu cuek banget. Eh tapi gpp deh gw jadi ngak ada saingan ntar buat dapetin siswa baru yang ganteng itu :$”

“serah lu dah shan -.-“

Lama kami berbincang masuk lah guru untuk pelajaran pertama pagi ini. hari ini pelajaran Biologi.

“anak2 kemarin ibu kemarin sudah memberikan tugas bukan? Sekarang ayo di kumpul” kata guru ku

Ketika pagi tadi ku yang terburu-buru tak sadar buku Pr biologi ku tertinggal di meja belajar, ketika aku cek di tas ternyata buku nya ngk ada. Apa yang harus aku lakukan? Udah jelas aku pasti bakalan di hukum sama guru killer ini -,-

“nadhifa! Mana pr kamu?” tanya guru

“eeem... saya lupa membawa nya bu” jawab ku sambil tertunduk

“kamu lupa membawa atau lupa buat nya?”

“iya bu saya lupa membawa nya dan saya juga sudah menyelesaikan pr nya bu”

“ngk ada alesan, sekarang kamu keluar kelas”

“ta.. ta.. tapi bu??” kata ku yang memohon untuk tidak di keluarkan

“tidak ada tapi tapi an, sekarang keluar!” kata guru ku sambil menunjuk ke arah luar kelas

Dengan pasrah nya ku pun keluar kelas. Memang apes banget aku hari ini. bangun telat, lupa bawa pr biologi lagi. Huftt -,- aku pun duduk di samping kelas ku. Dari pada bengong bagus aku main hp saja. Lagian juga gurunya kagak tau kan. Tapi ketika aku sedang memainkan hp tiba-tiba saja seseorang menegurku.

“maaf, mau nanya nih, kelas 11 IPA 2 dimana yah?” tanya seseorang itu

“tuh di sebelah ruang BK” jawab ku tak menoleh ke arah  nya dan sibuk dengan hp ku

“ouh.. tapi ruang BK nya deket mana?”

“aah banyak tanya ih, itu dekat sana. Belok kiri truss lihat papan bacaan diatas itu!” sambil ku tunjuk arah nya.

“jelas kan??” kata ku lagi sambil melihat seseorang itu dan tiba2 saja mata ku terbelalak melihat seseorang itu. Seketika aku bengong melihat wajah tampan nya itu. Serasa seperti lihat pangeran yang nyasar kesekolah ku.

“ouh begitu yah. Makasih J” jawab lelaki itu.

“hey, hallo...” sahut lelaki itu padaku sambil memainkan telapak tangan nya untuk menyadarkan ku dari lamunan

“eh” sadar ku

“kamu melamun yah? Haha kalau gitu makasih yah J

“ouh iya sama2 J” jawab ku sambil melihat ia berjalan menuju kelas yang di maksud. Di saat itu juga jantung ku mulai berdegub kencang. Ntah apa maksud nya ini? baru pertama kali melihat lelaki itu aku merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Aaakk!! Benar2 tak  bisa ku bayangkan.

Jadwal istirahat pun berbunyi. Aku dan shani menuju kantin, dari kejauhan aku dan shani melihat sekumpulan cewek2 seperti mengerumi seseorang di kantin itu. Penasaran, kami pun mencoba melihat apa yang sedang terjadi.

“ada apaan sih shan?” tanya ku kepo

“ngk tau nih nads, rame bgt. Susah lihat nya” jawab shani yang gerasah-gerusuh pengen lihat

“eeh ada apaan sih, kok rame banget ini?” tanya ku pada seseorang siswi yang baru keluar dari kerumunan itu

“itu ada siswa baru, ganteng banget loh, gw aja sampe klepek2 lihat nya” jelas siswi itu padaku

“ouh gitu ya. Makasih”

“cowok? Ganteng? Siswa baru?” tanya ku pada diri sendiri. Aku termenung sejenak.

“aaaakk!!!” teriak shani yang ternyata udah di atas meja kantin aja

Seketika ku terkaget karena teriakan shani yang begitu kencang nya. “eh ada apaan sih?”

“nadse... buruan gih lu naik sini?”

“apaan sih?” aku pun ikut2an manjat meja kantin untuk melihat apa yang terjadi. Pas ku lihat ternyata ia lelaki yang ku temui tadi pagi. Yang menanyakan kelas pada ku. Jadi dia itu siswa baru disini? Ya ampun. Baru aja beberapa jam dia di sekolah ini fans nya langsung banyak gitu. ku pun turun dan memilih memesan makanan saja.

“eh nads, waaaaa >< gw seneng banget tauk” jelas shani yang baru datang dari melihat kerumunan tadi

“udah selesai ketemu idol nya?” tanya ku yang biasa saja sambil melahap bakso

“belum sih, tuh masih rame. Lagian gw males, fans nya byk banget. Mustahil gw bisa dapetin dia. Hmm tapi kalau sahabat gw ini bisa dapetin dia gw mah seneng bgt :D” jawab shani yang menggoda ku

“apaan sih -,- hmm lagian gw tadi pagi udah ketemu dia” bersikap santai

“hah?? Yang bener lu nads?”

“iya, pas gw di hukum tadi. Dia nanyain kelas sama gw” masih bersikap santai

“truss truss dia nanya apa lagi?”

“ya ngak ada, Cuma nanya itu doang”

Shani melihat ku begitu penasaran. Apa maksud nya ia melihat ku seperti itu? Jangan2 ia tau kalau aku juga mengidolakan lelaki itu atau bukan mengidolakan tepat nya menyukai lelaki itu. Aah apa aku ini? pikiran yang begitu aneh. Kenapa ketika bertemu dia saja aku langsung suka sama dia. Jangan kan aku, semua cewek di sekolah ini menyukai nya. berharap mungkin ia menyukai ku balik, tapi itu mustahil. Di sekolah ini kan banyak cewek cantik jadi ngk mungkin ia menyukai ku yang tomboy ini.

2 minggu kemudian setelah cowok itu jadi pangeran di sekolah ku. Akhirnya aku mengetahui nama nya siapa. Tapi selama itu juga aku ngk pernah lagi ketemu sama dia, terakhir yah pas dia nanya kelas sama aku itu. Mungkin dia sudah punya pacar di sini. Pesona Ray di sekolah ini seakan membuat cewek2 di sekolah ku begitu mengidolakan kan nya, termasuk aku yang sangat menyukai nya. tak kusangka perasaan ini begitu dalam pada nya.

“eh eh lihat deh ray lagi jalan di taman tuh” kata seseorang cewek yang melihat ke arah jendela

“mana??” teriak semua cewek yang berada kelas ku langsung berhamburan melihat kearah jendela

Aku hanya duduk manis di kursi ku, menompang dagu sambil memainkan hp. Ah begitu banyak fans nya disini, begitu sulit juga ku mendapatkan perhatian nya. aku berfikir apakah ia masih ingat aku? Hmm mungkin saja tidak, ia lupa. Sangkin banyak nya cewek2 yang deketin dia.

Aku pun memilih keluar kelas saja. Ku duduk di kursi depan kelas ku, melihat2 keadaan di luar yang sedang gerimis ini. tapi seketika perut ku terasa lapar, aku kemudian memilih ke kantin saja untuk membeli makanan. Ketika ku tengah berjalan sendirian melewati lorong sekolah ini menuju kantin, tiba2 saja aku berpas-pasan dengan Ray di lorong ini. seketika aku mulai salah tingkah, tapi mungkin ini celah yang sesaat dan ku coba mulai memberikan kedipan. Yap aku berkedip 3 kali padanya. Hingga ia menoleh ke arah ku dan membalas nya dengan senyuman. Seketika ku langsung berbunga-bunga, ia mengerti maksud kode ini?? tak ada yang sadar akan kedipan ku padanya.  aaaah~ ku tak menyangka akan kejadian seperti.

“nads... nadseee!!!” teriak shani memanggil nama ku

Seketika ku terkaget shani berteriak. “ah apaan sih?”

“lu kenapa sih? Senyum2 ngak jelas gitu?”

“ah mau tau aja lu -,-“

“hmm jangan2 lu suka sama Ray yah?” goda shani padaku

“hahh?? Ngk kok” jawab ku yang mulai salting

“halah boong, lu salting gitu pas gw tanya kek gitu XD” kata shani yang masih menggoda ku

“hahaha apaan ih?”

“hahaha cieee nadse, cieeee”

Jam pulang sekolah pun tiba. Aku dan shani pulang bersama, ketika hendak menuju gerbang sekolah tiba2 saja di depan gerbang sudah rame cewek2 berkumpul.

“loh kok tumben rame di depan?” tanya shani heran

“lah iya? Itu bukan cewek2 sekolah kita shan. Seragam nya beda”

“wah iya :o, ini mah pasti nungguin di Ray pulang sekolah”

“ah masa?”

“iya loh, rata2 cewek2 dari sekolah lain pada tau Ray sekolah disini”

Aissh si Ray pesona nya begitu banget dah. Sampai2 cewek2 sekolah lain kesekolah Cuma buat lihat Ray doang. Aah makin susah gw mah, udah lah di sekolah banyak fans nya, di tambah lagi cewek2 sekolah lain ikutan.

“kek lagi mau nonton pertandingan sepak bola aja yah nads haha :D”

“haha bisa aje lu shan XD”

Ketika lagi melihat2 keadaan depan gerbang yang rame, tiba2 saja ray lewat di depan ku yang hendak menuju ke luar untuk pulang. Ia melihat ku seperti ada maksud, tapi aku tau maksud nya. aku pun memulai aksi ku, ini kesempatan! Ngak usah nunggu giliran, yap aku kembali berkedip 3 kali pada nya. memberi kode padanya. Ia membalas nya dengan senyum manis nya. aaah~ aku makin klepek-klepek dibuat nya. aku rasa dia mengerti arti dari kedipan ini, kedipan mata kiri yang orang lain tak akan tahu.

“hey nads! Kok senyum2 gitu? hmm aku tau nih :$”

“aah udh lupain, yuk kita pulang” kata ku sambil menarik tangan shani.

Keesokan harinya di sekolah. Kebetulan hari ini ada pelajaran olah raga, so pasti olah raga di luar dong. Ya udh deh, aku dan shani ke ruang ganti untuk mengganti pakaian olah raga. Setelah selesai aku dan shani langsung menuju lapangan.

“eh shan, lu duluan aja gih kelapangan. Gw mau buang air kecil dulu. Sekalian bilangin sama pak tomo, ntr gw di kira ngk ikutan olah raga lagi”

“iya, ya udh lu ke toilet gih”

Aku pun pergi menuju toilet. Setelah selesai aku pun sesegera menuju ke lapangan, tapi tiba-tiba saja aku menabrak seseorang dan terjatuh.

“aduuuh..” gerutu ku kesakitan
“eh maaf, kamu ngk papa kan?” tanya seseorang itu sambil menjulur kan tangan nya kepada ku pertanda untuk memberi pertolongan

“iya, gpp kok” jawab ku kemudian melihat seseorang itu. Ternyata itu Ray, pria yang kusukai di sekolah. Ya ampun apa ini hanya mimpi? Aku bertemu dengan orang yang selama ini aku sukai.

“ma.. ma.. kasih yah” jawab ku tersipu malu

“iya sama2 J. Oh iya, nama kamu siapa?”

“nama ku nadse” jawab ku tertunduk

“nama nya lucu :D oiya aku...”

Seketika ku potong jawaban ray. “kamu ngk usah kasih tau nama, lagian aku juga udh tau kok :$”

“ouh iya, haha syukur lah”

“mau olah raga ya?” tanya ray lagi

“iya nih, udah di tungguin yang lain”

“ya udh kamu segera kesana, kasian yang lain udh pada nungguin”

“iya, aku duluan yah J” kemudian jalan perlahan

“iya, empp.. nadse?”

“iya, ada apa?”

“abis pulang sekolah kita bisa ketemuan?”

Waaaa dia mengajak ku ketemuan? Oh tuhan... aku bener bahagia banget ><. “hmm bisa, dimana?” tanya ku

“di taman samping sekolah aja”

“hmm ya udh ntar aku kesana deh J

“ya deh. Kamu balik gih ke lapangan”

“hehe iya”

Aku pun pergi meninggalkan ray, di sepanjang perjalanan menuju lapangan aku begitu senang sekali. Bahagia terpancar di wajah ku. Kadang aku senyam-senyum sendiri. Hingga sampai lah aku di lapangan dan Aku mulai melakukan kegiatan olah raga.

Yap kegiatan hari ini di sekolah selesai, jam pulang sekolah pun tiba. Aku pun akan segera menuju ke taman samping sekolah. Tapi sebaiknya aku pergi sendiri saja, takut nya shani ikutan kan jadi ribet. Yang ketemuan kan Cuma aku dan ray aja. Aku pun mengakali agar shani tidak curiga padaku.

“shan, lu pulang duluan aja yah. Gw mau ke ruangan BK dulu”

“mau ngapain? Gw tungguin yah?”

“ada perlu sih. Ngk usah shan, gw lama. Ntr lu bosan nungguin gw”

“ya udh deh, kalau gitu gw pulang duluan. Bye nads :D”

“bye shan :D”

Akhirnya shani tak curiga padaku. Ini saat nya aku bertemu dengan ray di taman samping sekolah. Selama perjalanan hati ku jadi ngk karuan gini, jantung berdegub kencang. Apa yang akan terjadi nanti? Ntah lah, aku menunggu setiap moment seperti ini.

Sampai lah aku di taman, ku lihat seseorang melambai-lambaikan tangan nya dengan menggunakan baju cosplay, sepertinya ia memanggil ku. Ku menuju ke arah nya. ku lihat ia adalah Ray, kenapa dia mengenakan baju seperti ini? hmm...

“hai nads J

“hai juga ray, tumben pakai baju cosplay? Mau ikutan lomba cosplay ya?”

“ngk kok, ini akal-akalan ku saja agar tak ada orang yang mengenali ku. Kamu tahu sendiri lah”

“oh iya hehe”

“jadi ada apa kamu memanggil ku kesini?” tanya ku

“ngk sih, aku mau ngobrol aja sama kamu”

“ngobrol??”

“ya :D. Hmm... hari ini kamu blm berkedip yah sama aku :p”

“eh.. haha kenapa aku harus berkedip? Kan kita udh ketemuan gini”

“haha kedipan kamu seaakan membuat ku ngak bisa lupain kamu”

“maksud nya?”

“yah, semenjak pertemuan pertama. Aku sudah mulai suka sama kamu, truss kita berpas-pasan di lorong, kedipan 3 x itu seakan menanda kan perasaan mu pada ku, begitu juga dengan pertemuan kita di depan gerbang kemarin”

“eee....” gugup

“nads... kedipan 3x itu memang ungkapan cinta dari kamu kan?”

Aah benar! Dia mengetahui maksud dari 3 kedipan itu “hmm... kok kamu bisa tau?” tanya ku malu

“jangan kan kedipan nads, dari sisi mata mu melihat aku udah jelas kalau kamu punya perasaan sama aku”

Aku hanya terdiam, menutupi semua kelakuan ku pada Ray yang membuat nya tau akan perasaan ku pada nya. malu memang benar2 malu :$

“nads... aku mau nanya. Kenapa hanya 3 kedipan yang kamu kasih? Kenapa ngk berapa gitu?”

“yaaah...kan kalau 1 kali terlalu sedikit, truss kalau 4 juga terlalu banyak hehe”

“haha kamu ini :D”

“hmm... nads, kamu mau jadi milik ku?” tanya ray memberanikan diri

“jadi milik mu?” kaget

“iya, kita pacaran gitu”

“eeemmm......”

“kenapa? Kamu ngak percaya sama aku? Karena aku banyak di deketin cewek2 di sekolah?”

Aku hanya tertunduk tak memberikan jawaban.

“nads, percaya sama aku. Aku ngk akan kecewain kamu, apa perlu aku mengumum kan ke semua orang kalau aku itu udah punya kamu sekarang?”

“ee... ngk... ngk perlu ray”

“truss??”

“ya, baik lah. Aku mau jadi milikmu :$ “

“yang benar nads?”

“iya J

“makasih nads, aku janji ngak akan ngecewain kamu”

Yah pertemuan yang seakan tak pernah ku bayangkan sebelum nya. tak kusangka Ray juga memendam perasaan yang sama padaku. Dan aku lebih tak menyangka lagi, kedipan yang seakan hanya tanda aku memiliki perasaan pada nya tapi malah tanda itu benar2 melekat pada nya. oh tuhan... cara yang tak akan pernah ku lupakan ketika aku dewasa nanti. Cinta yang hanya sebatas kedipan membuat kami bersatu.

Ku jalani setiap hari ku di sekolah, menjalani setiap kegiatan ku seperti biasanya. Menyembunyikan buhungan ku dengan ray. Tak masalah ray banyak di dekati cewek2 di sekolah, tapi dia sudah janji pada ku. Ku pegang janji nya itu. Ketika aku berpas-pasan dengan Ray tentu saja aku selalu memberikan bisikan padanya. Bisikan yang seakan tanda akan ku benar2 mencintainya, ku berkedip 3 kali.


THE END


-------------------------------------

holla^^ 
apa kabar nih? hehe balik lagi. udah lama ngk share FF :3 oiya berhubung temen gw masih sibuk ngurusin berbagai macam urusan kuliah nya, gw mau share FF ini dulu. mumpung masih ada ide XD 
sengaja gw buat FF ini, pengen coba yang beda. masa Gen 1 & 2 mulu ceritanya. sekali2 gen 3. kebetulan PU nya member fav gw, jadi ya udah gw angkat jadi PU :D PU nya Nadse truss Figuran nya gw ambil Shani. Melody gw jadiin cameo aja :D

Terima kasih yang udah baca, maaf kalau agak ngaco. yaah biasalah kalau udah di pertengan cerita jadi bingung sendiri lanjutin nya :D 





luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com