Jumat, 20 Februari 2015

Fanfiction : Kotak Musik Gre (2) ( #GreMids JKT48)

Kotak Musik Gre (2)

“mids, gimana? Apa kamu sudah mempertimbang kan nya?” tanya kak ghaida padaku

“hmm sudah kak, aku udah yakinin diri aku untuk jadi kapten di pertandingan basket nanti” jawabku begitu yakin

“baik lah, kakak serah kan semua nya sama kamu J pertandingan tinggal menghitung hari, jadi kamu harus persiapkan team kamu” sambil menepuk pundak ku

“baik lah kak J

Ini lah keputusan ku, keputusan yang sebenarnya berat untuk ku terima. Tapi apa daya, kak ghaida sudah mempercayaiku. Dengan semua resiko nya aku siap, ini mungkin jalan ku untuk menjadi pemain basket yang baik. Kebetulan hari ini hari jum’at jadwal pulang sekolah memang lebih awal. Dari pada aku bengong di rumah mending aku berkunjung kerumah gre saja. Aku pun sampai di rumah gre.

“permisi” sahut ku sambil mengetuk pintu rumah gre

Tiba-tiba seorang wanita membuka kan pintu rumah. “iya, mau cari siapa ya?”

“Gre nya ada tante?”

“ouh temen nya gre ya?”

“iya tante”

“gre nya belum pulang sekolah nih, tapi bentar lagi pulang kok. Apa mau di tunggu aja?”

“ouh iya gpp tante J maaf tante, kalau boleh tau tante siapa nya yah? :D”

“oh iya, tante mama nya gre J ya udah, ayo masuk”

“ouh hihi, makasih tante J

Aku pun masuk ke rumah gre. Ternyata gre belum pulang sekolah. selama menunggu gre, aku mengobrol bersama mama nya, aku bercerita awal pertama kali bertemu gre. Namun aku tak menceritakan hubungan kami yang sebenarnya.

“ouh, jadi kamu anak basket yah?”

“iya tante”

“pantesan badan kamu tinggi, kalah sama gre badan nya kecil”

“haha tapi kan gre cantik tante”

“iya sih :D eh tuh gre nya udah pulang, kalau gitu tante ke dapur dulu yah”

“ouh iya tante J

“hamids?? Sejak kapan kamu disini?” tanya gre kaget melihat ku

“sekitar 20 menit yang lalu lah”

“kenapa ngk bilang mau kerumah? Aku kan jadi bisa pulang cepet”

“hp aku lowbat jadi yah main datang2 aja. Kamu ngk marah kan?”

“ngk kok J ya udh yuk ke kamar aku aja”

Aku dan gre pun menuju kamar. Ku lihat kamar gre yang begitu indah, desain nya juga bagus. Cewek banget deh pokok nya nih kamar. Ngk seperti kamar ku, berdesain ala cowok2 pecinta basket. Segala macam poster pemain basket favorit ku ada, ku tempel kan di dinding kamar ku. Sehingga kelihat seperti dinding kotor -,-

“kamar kamu nyaman juga yah gre?”

“yah begitu lah :D”

“oiya, hari minggu besok kamu sibuk ngk?”

“hmm ngk tuh. Kenapa?”

“minggu besok aku ada pertandingan basket. Kamu nonton yah?? Dan ini aku sediain satu tiket buat kamu J

“oh iya? Makasih mids, aku janji bakalan datang kok J

“iya, semangatin aku yah J

“pastinya :D”

Ku pun kembali melihat-lihat isi kamar gre yang nan rapi ini. sesekali ku melihat foto2 yang terpajang di meja nya. ku lihat foto gre saat masih kecil, begitu lucu nya ia dulu dan cantik juga. Malah lebih cantik yang sekarang deh haha. Ketika melihat-lihat tiba2 mata ku terhenti di salah satu kotak berwarna pink.

“gre, ini apa?”

“itu kotak musik mids” jawab gre yang baru saja keluar dari kamar mandi nya

“kotak musik??” kemudian ku ambil kotak musik itu dan ku buka. Ada seorang perempuan sedang menari di dalam nya. diiringi musik yang merdu.

“itu pemberian sahabat ku” jelas gre sambil melihat kotak musik yang ku pegang dengan perasaan sedih nya

“oh ya? Truss sahabat kamu dimana sekarang?”

“dia udah pergi dari dunia ini mids” jawab gre dan kemudian air mata nya menetes

Melihat gre sedih seperti itu aku jadi merasa bersalah. Tak seharusnya aku menanyakan hal seperti itu padanya. Aah bodoh nya aku.

“gre, maaf yah. Aku udah buat kamu sedih”

“gpp mids :’)”

“kalau gitu kotak musik nya kamu simpan aja deh, aku orang nya kepo banget masalah nya -,-“

“gpp mids, kamu boleh lihat kotak musik itu. Banyak kenangan di kotak musik itu mids, apa kamu mau dengar?”

“iya iya, apa?” tanya ku begitu kepo

#FLASHBACK ON

“gre, mungkin ini terakhir kali nya aku dan kamu bertemu. Besok aku akan berangkat ke singapore untuk menjalani pengobatan”

“nay, ini bukan yang terakhir. Masih ada hari2 berikutnya. Aku selalu berdoa buat kamu agar cepat sembuh. Aku ngk mau kehilangan kamu nay :’(“

“sebelum aku pergi, aku mau ngasih ini ke kamu” nayla memberikan sebuah kotak kepadaku

“apa ini?” tanya ku

“ini kotak musik gre, di saat aku ngk ada di dunia ini lagi kotak musik ini akan menjadi jiwa ku untuk selalu ada buat kamu gre :”)”

“nay, aku yakin kamu pasti sembuh :’( jangan nakut2in aku seperti itu T_T”

“makasih gre, atas semua kasih sayang yang telah kamu curah kan padaku. Aku harap kamu mendapatkan sahabat yang lebih menyayangi mu sepenuh nya gre, melebihi seorang sahabat”

#FLASHBACK OFF

Setelah pertemuan itu aku ngk pernah bertemu dengan nayla, ia pergi ke singapore tanpa berpamitan padaku. Hingga suatu ketika aku mendengar berita dari tante nya kalau nayla sudah meninggal, kanker otak yang ia alami tak bisa ia tahan lagi. Aku begitu sedih saat itu, sahabat yang dulu ku sayangi telah pergi. Hanya tinggal kotak musik ini saja yang menjadi penyemangat ku ketika ku lagi unmood.

Aku begitu antusias mendengar cerita sedih gre ini. gre menceritakan dengan bercucuran air mata. Tak tega aku melihat nya bersedih, tapi apa daya ia terus menceritakan kisah nya dengan sahabat nya itu.

“gre, aku begitu merasakan perasaan mu saat ini :”)”

“mids, asal kamu tau. Nayla itu mirip sekali dengan kamu”

“mirip dengan ku?”

“iya, dari sifat dan paras nya, begitu mirip”

Aku begitu mirip dengan nayla? Sahabat gre dulu? Apa maksud nya ini? seketika aku berfikir dan berprasangka buruk pada gre. Dia menyayangi ku hanya karena aku begitu mirip dengan sahabat yang ia sayangi itu. Jadi aku ini hanya sebagai pelampiasan sayang nya terhadap nayla? Aku terdiam sejenak, dan tersadar. Aah tak seharusnya aku berprasangka buruk terhadap gre.

“mids... hamidss??” panggil gre yang melihat ku termenung

“ee iyaa...” sadar ku

“kamu kenapa?”

“nggg ngk ada kok J” jawab ku menutup nya

“mids, aku tau. Kamu beranggapan kalau aku sayang sama kamu itu hanya sebagai pelampiasan saja kan?”

“kok kamu tau?” heran

Gre pun tersenyum kepada ku dan menggenggam kedua tangan ku, “ mids, mungkin iya, tapi selama aku mengenal mu lebih jauh aku begitu yakin aku benar2 menyayangimu. Menyayangi dirimu melebihi rasa sayang ku terhadap nayla. Mungkin ini maksud nayla mengatakan padaku “melebihi seorang sahabat” :’) aku sayang kamu mids :’)”

“maafin aku udah berprasangka buruk sama kamu gre :’)”

“gpp mids, hal yang wajar kok J

“makasih gre J” tanpa tersadar ku dekat kan bibir ku dengan bibir gre. Gre seperti begitu pasrah. Apa boleh buat, kesempatan menghampiri ku. Dan akhirnya ciuman pertama ku mendarat di bibir gre. Begitu ku menikmati setiap moment itu. Tak sadar aku sedang berada dimana. Namun tiba2 saja mama gre dari luar mengetuk pintu kamar gre, seketika aku dan gre begitu kaget dan sesegera melepas ciuman kami.

“iyaa maa...” sahut gre dari dalam kamar dan sembari membuka kan pintu kamar untuk mama nya.

“gre makan siang dulu gih, sekalian aja hamids makan bareng”

“ouh makasih tante, ngk usah. Hamids mau langsung pulang aja, kasian mama sendirian di rumah” kata ku yang langsung menemui mama gre di depan pintu kamar

“ouh begitu yah. Ya sudah, hati2 yah J

“iya tante J

“gre, aku pulang dulu yah J” kata ku sambil menebar senyum dengan gre saat itu. Menandakan ucapan terima kasih untuk moment tadi.

“iya, hati2 yah mids” jawab gre

Aku pun pulang, selama perjalanan pulang aku begitu bahagia. Aku juga senyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi. Ini hal yang pertama kali ku lakukan selama hidup ku, mencium dengan penuh perasaan. Kadang semua ini terasa aneh, tapi ntah kenapa seakan keadaan ini mendukung ku untuk berbuat. Salah besar memang aku melakukan ini semua, tapi mau bagaimana lagi perasaan yang terlanjur ini telah menjadi hubungan yang sebenar nya di tentang banyak pihak.

Keesokan harinya, sehari sebelum pertandingan hari minggu esok di mulai. Setelah pulang sekolah aku dan team latihan, segala trik kami pelajari untuk melawan team yang akan kami lawan. Selama latihan ketika aku tengah menggiring bola tiba2 saja Andela menabrak ku dan terjatuh.

“aduhhh...” gerutu ku

“ups maaf, ngk sengaja!” jawab andela

“maksud lu apa ndel nabrak hamids sampe segitu nya” tanya anggie begitu marah dengan andela

“kan udah gw bilang ngk sengaja!” jawab andela begitu sinis kemudian pergi

“lu gpp mids?” tanya anggie sambil menolong ku

“iya iya gpp kok” jawab ku

“dasar tuh anak, gara2 ngk di angkat jadi kapten basket jadi benci gitu sama lu mids”

“hmm ya udh deh ngk usah di bahas, mending latihan lagi”

Huftt latihan hari ini selesai. Aku kembali ke rumah untuk istirahat. Besok adalah hari perdana ku menjadi kapten untuk pertandingan persahabat ini. semoga besok team ku akan menang. Dan aku juga berharap gre akan hadir untuk melihat ku dan memberikan semangat padaku.

Hari pertandingan pun tiba. Semua persiapan telah selesai. Hanya tinggal mempersiapkan team untuk tetap fit dan bisa mendapatkan point yang bagus. Di sela-sela sebelum pertandingan di mulai. Aku mencoba untuk pemanasan terlebih dahulu, sambil ku lihat ke arah kursi penonton. Gre belum datang, apa dia lupa pertandingan ku hari ini? mungkin tidak, pasti dia ingat. Lumayan lama aku dan team ku pemanasan akhirnya tiba lah saat yang menegangkan. Pertandingan akan segera di mulai. Ku masih melihat ke arah kursi penonton untuk melihat apakah gre datang untuk menyemangatiku. Hingga akhirnya pluit tanda pertandingan di mulai.

Di tempat lain gre yang sedang gelisah tengah melihat jam tangan nya.

“gre kenapa gelisah gitu?” tanya anin

“masih lama ngak kita kerja kelompok nya?”

“hmm ngk tau sih, lihat nih masih banyak yang belum selesai. Emang kenapa sih?”

“ngk ada nin, ya udh lanjutin lagi yuk” jawabku tetap gelisah sambil melihat jam.

Pertandingan terus berlangsung. Setiap istirahat tiba aku selalu melihat kearah penonton. Apakah gre sudah datang. Tapi nyata nya sama, ku tak melihat gre di kursi penonton. Apa yang tengah di lakukan gre saat ini? apa dia benar2 lupa sama pertandingan hari ini? lambat laun pertandingan ini akan segera berakhir. Ketika hendak di menit terakhir kini aku membawa bola basket menggiring menuju ring basket, tapi ketika hendak mau shoot tiba2 saja salah satu lawan mendorong ku dan terjatuh.

“aww...” gerutu mengiris kesakitan di area pergelangan kaki

Wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Untung saja team ku menang dalam pertandingan ini. di tengah lapangan aku mengiris kesakitan.

“mids, lu gpp? Ayo ayo bawa dia” kata anggie sambil memanggil teman2 yang lain

“aaarrgghh....” sambil memegang pergelangan kaki ku

“kaki kamu terkeliri” kata kak ghaida padaku

“lu kenapa sih mids? Kok jadi bengong gitu pas mau shoot terakhir” tanya anggie

“udah ah, ngk usah di bahas, yang penting kita kan menang” jawabku menutup semua permasalahan

Kini kaki ku di balut oleh perban. Ku duduk di ruang ganti sambil tertunduk memikirkan gre. Dia tak menetapi janji nya, aku merasa benar2 kecewa pada gre. Hingga akhirnya ruang ganti ini kosong, hanya ada aku sendirian. Aku memilih untuk menyendiri menenangkan perasaan. Entah bagaimana aku pulang ntah lah, kaki yang masih terperban ini, jalan ku yang tertatih-tatih. Ketika aku termenung di ruang ganti ini.

“hamids~”

Kumenoleh kearah suara itu, “gre...” jawab ku

“maafin aku mids, aku ngk datang L” sambil berjalan menghampiri ku

Aku tak memperdulikan kata maaf nya, aku malah membelakangi nya menandakan aku begitu kecewa padanya.

“mids, tadi itu aku kerja kelompok mendadak L

“kerja kelompok?? Tapi seharusnya kamu kabari aku gre!!”

“iya mids, ini salah aku. Aku lupa ngabarin aku :’(“

“kamu sebenarnya sayang ngak sih sama aku gre??”

“aku sayang kamu mids, aku sayang banget :”(“

“ta..tapi.. kenapa? Aarghh...” sambil menggenggam erat botol minum ku

“mids, maafin aku :’(“

“aku kecewa sama kamu gre”

“hamids~” panggil gre pelan. Sepertinya ia begitu sedih. Tapi aku tetap saja tak memperdulikan nya. aku masih tetap membelakangi dirinya,

“ya udah aku balik dulu :’(“ kata gre kemudian berdiri. Dan meninggalkan ku, tapi ketika gre melangkahkan kaki nya dan sampai di luar pintu ruang ganti ini.

“gre~” panggil ku sambil berdiri dan kemudian berjalan mendekati gre yang berdiri di depan pintu sambil jalan ku yang tertatih tatih menahan rasa sakit ini.

“aku maafin kamu ;”)” sambil menatap mata nya dan menggenggam kedua tangan nya

“kamu bener mids?”

“iya, aku ngk tega kalau kamu nangis terus” jelas ku sambil menghapus air mata gre.

“makasih mids :”)” sambil memeluk ku

“janji yah ngk akan ngecewain aku lagi?”

“iya mids, aku janji” jawab gre yang terus memeluk erat tubuh ku

Aku dan gre pun akhirnya kembali akur. Meski awalnya aku kecewa dengan sikap gre tapi nyata nya aku ngak bisa terus2an marah dengan gre. Aku sangat menyayangi nya, mungkin ini awal dari hubungan kami. bumbu-bumbu cinta terlarang ini *aseek XD

“kamu masih bisa jalan kan mids?” kata gre sambil menata ku untuk berjalan

“masih kok J

“tapi aku anter kamu pulang yah”

“iya gre cantik J


Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Tunggu kelanjutan nya yah^^



~Bersambung....


--------------------------------------

selamat sore :) 
hari ini post part berikutnya yah. sengaja lebih cepat karena takut nya ntar FF ini selesai nya lama. bentar lagi aku udah mau masuk kuliah lagi, jadi seperti nya jarang untuk ngepost lagi. jadi selama masih libur aku udah siapin part berikut nya :) 
maaf kalau cerita nya begitu aneh yah hehe :D
Terima kasih sudah membaca :D 
jangan lupa Kritik dan saran nya yah, itu sangat membantu untuk kelanjutan FF nya^^

Rabu, 18 Februari 2015

Fanfiction : Kotak Musik Gre (#GreMids JKT48)

Kotak Musik Gre

Hari ini benar2 hari yang melelah kan buat ku. Setelah pulang sekolah aku langsung mengikuti kegiatan ekskul, di sekolah aku mengikuti ekskul Basket. Kegiatan ini memang tak ku jalani setiap hari. Khusus di hari weekend saja aku latihan Basket. Di hari lain mungkin ada latihan juga, namun itu jarang di lakukan. Aku pulang dan sampai rumah tepat pukul 7 malam. Semua perlengkapan basket ku langsung ku lempar dan ku pun langsung tepar di tempat tidur.

“nina, makan malam dulu baru tidur” panggil mama ku dari bawah

“iya mah, nina bersih2 dulu”

Aku pun segera bersih2, setelah itu langsung menuju ruang makan untuk makan malam bersama keluarga. Sebelum ku turun ke bawah dan makan malam bersama ku rapikan dulu barang2 ku agar keesokan hari nya ku tak kerepotan mencari barang yang akan di bawa esok untuk latihan.

Makan malam pun selesai, aku kembali ke kamar untuk istirahat. Menyelaraskan seluruh energi di tubuh ku untuk latihan esok hari. Kebetulan besok hari minggu, aku mulai latihan jam 9 pagi. Jadi aku memilih untuk istirahat lebih awal.

Kriiing... alram ku berbunyi tepat pukul 8 pagi. Ku bangun dan kemudian bergegas untuk latihan. Sebenar nya males, tapi mau bagaimana lagi ini pilihan ku untuk memilih mengikuti kegiatan ekskul basket. Semua perlengkapan sudah selesai, tiba-tiba saja handphone ku berbunyi bertanda ada yang mengirim pesan padaku.

“hamids, hari ini kita latihan di lapangan dekat jalan mau kesekolah yah. Hari ini lapangan sekolah lagi ngak bisa di gunakan, lagi ada perbaikan untuk persiapan pertandingan minggu depan”

Begitu lah isi pesan dari kakak senior ku. Aku pun segera menuju tempat yang di janji kan. Sampai lah aku di tempat latihan, ku lihat yang lain sudah pada mulai latihan. Aku pun segera mengganti sendal ku dengan sepatu olah raga.

“hey, mids kemarin nonton pertandingan basket di SMA jaya??” tanya anggie teman se-team basket ku

“ngk ngie, capek gw. Eh kira2 dong, masa manggil gw hamids terus. Cowok dong -_-“

“haha gpp lah mids, lu kan kek cowok banget, tinggi jago main basket lagi”

“hahh... lagak lu ngie -,-“

“ya udh ih buruan ganti sepatu lu, ntr kena omel kakak senior”

“iya iya, ini juga udh kelar”

Aku pun mulai melakukan pemanasan sebelum latihan di mulai. Latihan kali ini mempelajari strategi menghadapi lawan untuk pertandingan minggu depan. Aku di angkat jadi kapten team basket untuk pertandingan minggu depan.

“loh kok gw sih? -,-“

“yaelah mids, gpp kali. Itung2 belajar jadi leader” jawab anggie

“eh sekali lagi lu panggil gw hamids! Gw sambit pala lu pake ring basket ye -_-“

“ish kejam lu mids :p”

“nah kan...!!!”

“sudah sudah. Nin, kakak harap kamu bisa mempertimbangkan pemilihan kapten ini. Cuma kamu yang bisa menguasai teknik basket kita” jelas kak ghaida padaku

“yah baik lah kak, nina akan pertimbangkan masalah itu”

“naaah gitu dong mids :p”

“lu macem2 ama gw ya ngie?? Ok ngk temen kita” buang muka

“yaelah gitu aja ngambek, iya deh iya nina hamidah :3”

Latihan hari ini selesai. Untung saja hari ini latihan nya ngak sampe malem, jadi aku bisa istirahat dengan puas dan bisa mengerjakan tugas sekolah ku untuk esok hari. Tapi dalam perjalanan pulang tiba2 saja hujan turun, perjalanan ke rumah masih lumayan jauh, akhirnya aku memilih berteduh di halte bis. hujan nya begitu deras, entah sampai kapan aku akan tetap menunggu hujan ini reda. Di halte ini hanya ada aku dan seorang gadis cantik tengah memegang sebuah kotak kecil terbungkus plastik berwarna putih. Ia begitu manis, cantik daaann.... loh kenapa aku ini? memikir kan hal yang begitu aneh pada nya.

Sudah 30 menit hujan ini turun, tak sedikit pun tanda2 akan reda. Bosen banget nunggu hujan gini, ipod ku yang sering ku bawa ntah kenapa ku tinggalkan begitu saja di rumah. Ku masih melihat gadis ini berdiri sama sejajar dengan ku menunggu hujan reda. Yah dari pada bengong mending ku ajak ngobrol aja deh hehe.

“hai, uumm hujan nya semakin lebat yah” basa basi ku pada nya

“iya” jawab gadis itu singkat

“kamu mau kemana?” tanya ku iseng aja. Tapi gadis itu malah tak menjawab nya. aah jutek nya gadis ini -,-

Tiba2 saja gadis itu bersin berkali-kali. Ku hanya melihat gadis itu bersin sambil menutupi hidung nya. sepertinya ia masuk angin. Ku teringat di dalam tas ku, aku membawa tisu dan minyak angin. Ku pun segera mengambil nya.

“nih tisu J” menawarkan pada gadis itu
“makasih J” jawab gadis itu

“sama2, oiya ini ada minyak angin. Mungkin bisa sedikit menghangat kan tubuh kamu J

Gadis itupun menerima pemberian ku. Lama kelamaan kami yang saling menunggu hujan ini reda saling mengobrol bersama. tak kusangka gadis ini yang ku kira jutek ternyata asik untuk diajak ngobrol dan orang nya juga nyambung.

“oiya kita dari tadi ngobrol terus yah, sampai lupa kenalan hihi”

“ouh iya, sampai lupa. Aku gracia sering di panggil gre J. Kalau kamu?”

“aku nina hamidah J panggil aja nina :D tapi temen2 aku kebanyakan manggil hamids huftt -,-“

“ya udah aku panggil kamu hamids aja :D”

“loh jangan!!”

“kenapa? Kan biar bareng dengan temen2 kamu”

“iya deh terserah kamu” aku pun pasrah bila di panggil hamids oleh nya. ngak tau kenapa aku begitu nyaman dengan nya, sesuatu perasaan tiba2 menggeluti hatiku. Aku punya perasaan aneh pada gadis ini. ntah apa itu maksud perasaan ini.

“oh iya, hujan nya udah reda aku balik dulu yah^^” kata gre pada ku

“iya, hati2 yah gre J

Aku pun kembali pulang kerumah, ku lihat jam sudah pukul 16.30 wib. Waah perasaan aku pulang latihan jam 3 sore. Kenapa sampai di rumah jam segini? Aku termakan arus waktu ketika menunggu hujan reda bersama gre. Aku begitu bahagia, bahagia yang belum pernah ku rasakan sebelum nya. ketika hendak masuk ke rumah ku teringat, kenapa ku tidak meminta no hp nya?? kan aku bisa komunikasi sama dia. Aah bodoh nya aku -,- akibat keasyikan ngobrol, jadi lupa kan. Ku harap suatu saat aku bisa ketemu dia lagi.

Keesokan harinya, aku kembali menjalani aktifitas ku seperti biasa sebagai seorang pelajar yang duduk di kelas 2 SMA. Hari-hari ku begitu aneh semenjak pikiran ku selalu memikirkan gre. Aku selalu bertanya tanya. Dimana dia tinggal? Dimana dia sekolah? Ingin rasanya ku bertemu dengan nya.

“woy mids, bengong aja lu. kenapa?” tanya nadse teman sekelas ku

“ngk tau nih, gw aja bingung -,-“

“ke kantin yuk”

“males ah, gw mau ke lapangan aja”

“kek nya di sekolah ini tempat yang sering lu datengin Cuma lapangan doang mids, kantin kek sekali-kali -,-“

“au ah, ajak laen aja gih” jawab ku kemudian menuju lapangan basket

Sampai di lapangan aku bergabung dengan teman2 lain untuk bermain basket bersama. begitu lah aku, ketika lagi ngk mood ngapa2in aku lebih memilih untuk bermain basket. Kadang aku juga sering bertanding antar kelas, hanya sekedar pertandingan.

3 hari kemudian aku sama sekali tak bertemu gre, setiap pulang sekolah ku selalu melewati halte yang waktu itu aku dan gre di pertemukan. Aku begitu merindukan nya, ntah apa maksud perasaan ku ini, memiliki perasaan yang aneh. Ku begitu rindu, mungkin aku sayang sama gre. Tapi bagaimana? Apa mungkin aku mengatakan perasan ini padanya? Aku juga belum bertemu dengan nya setelah kejadian pertemuan pertama kami beberapa hari yang lalu.

Selang beberapa hari ketika ku pulang sekolah, ntah kenapa aku pengen beli sedikit cemilan untuk menemani ku mengerjakan tugas nanti. Aku pergi ke supermarket simpang jalan yang tak jauh dari komplek rumah ku. Ku menuju rak tempat makanan ringan, ketika lagi asik2 nya memilih makanan, tiba2 saja akun menabrak seseorang hingga menjatuhkan makanan ku dan makanan nya.

“eeh maaf maaf, aku ngak sengaja” kata ku sambil mengambil makanan yang terjatuh di lantai

“loh, gre??” kata ku lagi sembari memberikan makanan milik nya

“hamids??”

“ngk enak banget di panggil hamids -,-“ kata ku dalam hati. “kamu ngapain di sini gre??”

“aku mau beli makanan aja sih. Kalau kamu?”

“yah sama dong, aku juga :D”

Aku dan gre pun bertemu di supermarket yang sama. Sebelum kembali ke rumah masing2 aku mengajak gre untuk mengobrol sebentar. Aku ajak dia ke lapangan tempat biasa aku latihan. Aku dan gre duduk di kursi penonton yang sedikit agak teduh.

“gre, kamu kemana aja?” tanya ku begitu khawatir

“aku di rumah aja truss sekolah juga. Kenapa? Kamu kok seperti khawatir gitu?”

Loh?? Kenapa aku menanyakan hal seperti itu pada gre? Sama saja aku mati dengan pistol ku sendiri -_-. “eh haha ngk sih” jawab ku yang begitu gugup

“kamu baru pulang sekolah?” tanya gre

“iya nih, bau kan? Haha”

“haha ngk kok, masih wangi”
“masa sih??” goda ku pada gre sambil mengangkat kedua lengan ku

Ketika tengah mengangkat kedua lengan ku gre malah mencubit pinggang ku. Menandakan ia tak menyukai nya. akhirnya aku akhiri kegilaan ku saat itu dan meminta maaf dengan gre. Sejenak ku terdiam, ku berfikir apa sebaiknya aku katakan perasaan ini pada nya? jujur aku udah ngak tahan lagi dengan ini semua. Sesek banget kalau di tahan terus.

“hmm gre??”

“iya. Ada apa?”

“aku mau nanya, apakah sayang itu hanya dimiliki oleh pasangan?”

“pasangan?? Ngk juga mids, sayang itu ada untuk orang tua, saudara, teman atau pun sahabat. Kenapa kamu menanyakan hal seperti itu?”

“ouh begitu, hmm kalau aku sayang kamu gimana gre?” tanya ku yang memberanikan diri

“sayang aku?”

“iya, aku sayang banget sama kamu gre”

“makasih mids kamu udah sayang sama aku J

“hmm tapiii.....” tertunduk

“tapi apa mids??” bingung

“aku sayang kamu melebihi sahabat gre!” jawab kumemberanikan diri mengatakan hal itu

“hamids~” kaget dengan nada pelan

“gre, mungkin aku begitu gila. Mungkin aku juga ngk punya akal dan fikiran yang normal. Kamu boleh anggap aku gila atau apalah dan kamu juga boleh memilih untuk membenci ku!” jelas ku yang begitu tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan

“kenapa kamu ngomong seperti itu mids? Kamu ngk salah”

“aku salah gre, aku menyayangi mu melebihi sahabat!”

“mids, aku tau maksud kamu apa. Atau perlu aku juga mengatakan hal yang sama seperti mu?”

“gre??” tanya ku bingung

“yah, aku juga sayang kamu mids. Awal nya memang aku kaget kamu bilang seperti itu, tapi ntah kenapa aku juga memendam perasaan yang sama”

“jadi kamu juga menyayangi ku gre?”

“iya mids J

Seketika perasaan ku begitu lega. Gre menyimpan perasaan yang sama dengan ku. Tak kusangka akan kejadian hal seperti ini. apa yang telah aku lakukan adalah perbuatan yang salah. Mencintai seseorang bukan seperti orang normal biasanya. Ntah apa yang ada di fikiran ku dan gre saat ini. cinta yang bukan cinta semestinya kini mengampiri kami. tak ku fikiran apa yang akan terjadi kedepan nya nth lah, cukup hanya aku dan gre yang tau masalah hubungan yang penuh pertanyaan ini.

“gre, aku janji akan selalu ada untuk kamu J

“kamu janji mids?”

“iyah aku janji J” kemudian aku peluk gre sebagai rasa sayang ku padanya.

Sejak kejadian itu aku dan gre berhubungan melebihi sahabat. Tak ada yang mengetahui. Aku dan gre simpan erat2 hubungan ini dari orang lain. Toh jika kami sering jalan berdua orang juga ngk bakalan nyangka kami ada hubungan serius.



~Bersambung.....


-----------------------------------------
haii balik lagi nih hehe :D post FF baru. kemarin ada yang req couple GreMids kan? nah ini aku buatin. tapi maaf yah kalau aneh gitu ceritanya, yah abisnya lagi nyoba couple baru ini hihi. truss juga belum terlalu begitu menguasai couple ini, masalh nya bukan gen3gen3an XD. sengaja juga ngak ngambil plot berbau JKT48. karena aku juga ngk begitu ngerti area teater dan aku ambil plot kehidupan sehari-hari aja tanpa membawa membel2 jkt48 :D 
Mohon kritik dan saran nya yah^^ terima kasih :)

Senin, 16 Februari 2015

Fanfiction : Photography of Love (9) ( Ve x Kinal JKT48)

Photography of Love (9)

Prakk!!! Seketika ku terkaget melihat foto ku bersama kinal jatuh terlungkup. Ku lihat kaca bingai itu pecah tepat di bagian foto kinal. Apa yang sedang terjadi, perasaan ku tak tenang. Semenjak kinal memilih untuk pulang perasaan ku sudah mulai khawatir padanya. Seketika ku ambil hp dan kemudian menggubungi kinal. Panggilan pertama tak ada jawaban, ku coba kembali menghubungi nya sama saja tetap tak diangkat. Ku sangat khawatir dengan kinal, hingga seseorang mengirim sebuah pesan broadcast untuk ku, di situ di kasih tau bahwa ada kecelakaan di jalan... seorang wanita membawa mobil jazz barwarna hitam denga plat mobil... aku kaget melihat pesan itu kemudian aku telfon kembali ke nomor hp kinal.

“hallo”

“hallo hallo ini kinal?” tanya ku yang mulai panik

“ouh maaf mba, saya bukan kinal. Tadi saya yang menolong temen mba kecelakan di jalan...”

Apa? Kinal kecelakaan? Seketika air mata ku jatuh berlinangan. Ku terduduk sambil bersandar di dinding.

 “se sekarang kinal nya gimana mas?” tanya ku dengan suara serak bercampur tangisan

“sekarang teman mba sudah di bawa ke rumah sakit...”

Sesegera ku langsung menuju rumah sakit. air mata ku jatuh begitu deras selama perjalanan menuju rumah sakit. tak ku sangka kinal mengalami kejadian seperti ini. hingga akhirnya aku sampai di rumah sakit. ku segera berlari menuju reception menanyakan dimana kinal. Kemudian aku menuju ruangan dimana kinal sedang di periksa. Perasaan ku kian khawatir pada nya air mata ku terus mengalir. Mondar mandir sambil menggigit jari ku di depan ruang ICU dimana kinal dirawat. Tiba2 dokter yang memeriksa kinal keluar.

“dok bagaimana keadaan kinal?” tanya ku panik

“dia kritis akibat benturan hebat di kepala nya, berdoa saja semoga dia baik2 saja”

Ku pun langsung masuk keruangan kinal di rawat. Kulihat kinal terbaring lemah dan berbagai macam alat kedokteran terpasang di tubuh nya. ku dekati kinal dengan rasa tak percaya akan terjadi hal seperti ini. air mata ku kembali jatuh di hadapan kinal, ku elus pipi kinal yang tengah tertidur ini. “kinal, ini aku ve T_T”

Ku masih tak percaya akan kejadian ini, seandainya aku tidak mengizinkan nya pulang mungkin semua tak akan terjadi seperti ini. ku hanya terus memandang wajah kinal tak tega aku meninggalkan dia. Aku harap ia akan bangun dan melihat ku dihadapan nya. Hingga malam pun larut, aku tertidur sambil menyandarkan kepalaku di tempat tidur kinal.

~~~~~~~

“ve?” dengar ku seseorang memanggil nama ku. Seketika ku terbangun dari tidur ku.

“kinal? Kamu? Kamu sudah sadar?” tanya ku yang senang melihat kinal sadar

“aku panggilin dokter dulu yah buat periksa kamu” lanjut ku terburu2 untuk memanggil dokter

“ngk usah ve, aku Cuma mau ngomong sesuatu sama kamu”

“ngomong apa nal?” tanya ku heran

“ve, kalau seandainya aku ngk ada di samping kamu lagi, kamu harus ikhlas yah J

“maksud kamu nal?”

“aku harap kamu mau menerima dika ve, aku bahagia di sana jika melihat mu bahagia bersama dika”

“kinal! Apa maksud kamu? Aku ngak ngerti?” tanya ku heran bercampur takut

“satu keinginan ku sebelum pergi ve, tolong terima dika apa adanya. Dia orang baik ve, kamu pasti akan bahagia bersama dika J

“kinal~” suara ku semakin pelan dan kemudian menitihkan air mata.

`~~~~~~~~

Tiiiittt.......... suara detak jantung kinal di alat monitor itu flat. Seketika aku terbangun dan kaget. Dokter kemudian masuk ke ruangan dan menyuruhku keluar dari ruangan. Aku sangat panik saat itu, ku berdoa agar kinal tidak apa2. Tapi tadi itu aku hanya mimpi? Kinal sadar mengatakan sesuatu padaku. Tuhan... tolong jangan panggil kinal secepat ini :’(. Lama ku menunggu akhirnya dokter keluar ruangan.

“dok gimana?” tanya ku panik

“maaf, dia tidak bisa di selamatkan lagi” jawab dokter dengan perasaan kecewa

Seketika air mata ku jatuh dan badan ku terasa lemas. Rasanya mau pingsan mendengar jawaban dokter ini. ketika badan ku hampir jatuh tiba2 saja seseorang menangkap ku dari belakang. Ternyata dika, ia datang bersama mama. Kemudian aku duduk di samping mama, air mata ku terus mengalir sambil kutermenung. Tak ku sangka kinal meninggalkan ku begitu cepat. Di saat itu juga dika datang menemui ku membawa sebotol minuman dan roti. Ia begitu perhatian padaku, padahal aku sangat tak menyukai nya.

Pagi pun menjelang, kinal hari ini akan segera di makam kan. Aku memilih pulang dulu untuk mengganti pakaian. Di dalam kamar aku hanya menangis meratapi foto ku bersama kinal. Ku peluk erat foto itu. Ku ambil selendang ku dan kemudian ku berkaca, terlihat wajah ku yang sembab memerah akibat aku menangis terus menerus. Aku pun pergi menuju dimana kinal akan di makam kan.

Sampai lah aku dimana tempat kinal akan beristirahat selama-lama nya. Ku lihat orang tua kinal yang menangis di hadapan makam anak nya. Kaca mata hitam yang menutupi mata ku tak kan pernah tertutup akan air mata ku yang mengalir. ku menuju makam kinal, semua orang telah pergi. Hanya ada aku dan kinal yang telah terkubur di tanah ini. berat rasanya untuk merelakan kinal pergi.

~~~~~~~~~~~~~~

Ku lihat dari kejauhan ve yang terus menangisi kepergian ku. Mungkin saat ini aku ngak bisa lagi menemani mu ve, ada pria lain yang benar2 mencintai dan menyayangi mu lebih dari apapun. Aku harap kamu mau menerima dika ve. aku akan bahagia jika kamu menerima dika J

~~~~~~~~~~~~~~~

“ve” panggil dika menemui ku

“ayo kita pulang, hari sudah mulai mendung” lanjut dika yang kemudian duduk di sebelah ku

“aku masih mau di sini T_T”

“kinal ngak mau lihat kamu nangis terus ve” sambil menghapus air mata ku dengan jari nya

Aku hanya menangis dan terus menangis. Hingga rintik hujan membasahi setiap tanah ini. dika kemudian memayungi ku. Dan memeluk ku untuk berdiri meninggalkan makam ini. dengan berat hati ku tinggalkan makam kinal yang basah akan air hujan ini. ku pun pulang diantar oleh dika.

“dika, makasih yah” sambil langkah ku menuju kamar

“sama2 ve J

“dika, kamu disini dulu. Biar tante buatin teh hangat. Lagian di luar masih hujan deras”

“ouh iya tante”

Di cermin ini ku lihat segala apa yang ada di tubuh ku saat ini. pakaian yang berwarna hitam, wajah memerah dan sembab, mata yang bengkak dan bekas air mata yang masih terpancar jelas di pipi. Tak kusangka kejadian kemarin itu adalah hari terakhirku bersama kinal. Tak tersadar air mata ini kembali jatuh. Mengingat kisah2 yang pernah ku lewati bersama kinal. Tapi seketika aku teringat akan kata2 kinal sebelum ia pergi. Ia mengatakan untuk menerima dika apa adanya. Sejenak aku memikirkan hal itu, mungkin ini rencana tuhan. Kinal ingin aku bahagia bersama dika, tapi bagaimana? Aku sama sekali tak memiliki perasaan pada nya.

2 minggu setelah kepergian kinal, kini kehidupan ku masih di ratapi kesedihan. Berulang mencoba untuk mengikhlaskan kinal. Ku duduk di balkon kamar ku sambil menompang dagu di lutut ku. Kenangan itu tak bisa aku lupakan begitu saja, sayang ku kepada kinal sangat dalam. Begitu susah ku melupakan semua kenangan itu.

Dika selalu menemui ku, mencoba mencari perhatian padaku. Tetap saja aku tak memperdulikannya. Ia selalu memberikan nasihat padaku. Entah apa yang ada di pikiran nya, ia sama sekali tak membenci ku atau pun menyerah untuk mendapatkan hati ku. Ia tetap saja perhatian. Lama kelamaan hati ku mulai luluh, ku mencoba untuk menerima dika dengan lapang dada. Hingga suatu malam aku bermimpi akan kinal yang mengatakan...

“ve, bukalah hati mu untuk dika. Aku bahagia disini ve, tapi aku akan lebih bahagia lagi jika kamu mau menerima dika apa adanya J

Mimpi itu seaakan membuat ku kian mencoba untuk mencintai dika apa adanya. Mungkin ini saat nya aku memilih masa depan ku yang baik. Mencintai pria seutuh nya. Hingga suatu ketika dika yang datang menemui ku seperti biasa. Aku dengar dika sedang berbicara dengan mama di ruang tamu, mungkin ini saat nya aku menerima permintaan mama di hadapan dika.

Aku kemudian menuju mama dan dika yang sedang mengobrol di ruang tamu. Aku duduk dengan perasaan tegang. Dengan perasaan yang berdebar-debar ku beranikan diri ku mengatakan hal ini.

“dika, maaf yah atas semua sikap ku yang selalu dingin padamu”

“gpp ve, aku paham kok kamu selalu seperti itu daaan Aku masih sayang sama kamu ve J

“makasih dik kamu udah sayang sama aku J

“daan... ma?” lanjut ku mengarah ke mama

“iya ve”

“hmm ve... ve mau menerima pria pilihan mama” kemudian tertunduk

“kamu yang benar ve??” jawab mama yang kaget mendengar nya

“iya ma”

“ya ampun ve, mama ngak nyangka sama kamu :’)” mama kemudian memeluk ve. bahagia terpancar di wajah mama waktu itu. Dika yang melihat merasa bahagia juga, ia tak menyangka ve akan menerima nya.

Aku lakukan semua ini demi kinal, demi apa yang diinginkan kinal sebelum ia meninggalkan dunia ini. mimpi yang tak pernah kubayangkan sebelum nya benar akan terjadi. Ketika Tuhan berkehandak semua akan terjadi. Begitu lah antara aku dan kinal, kami berdua di pisahkan dengan cara yang berbeda. Mungkin ini balasan akan hubungan terlarang kami selama ini. semoga kamu tenang di sana nal, aku akan selalu do’ain kamu :’)

~1,5 tahun kemudian~

Bahagia... yah hanya bahagia yang ku rasakan saat ini. memiliki keluarga bahagia. dika yang awal nya tak ada pikiran ku akan menjadi suami ku nanti nya ternyata hanya pikiran buruk ku saja, aku malah menikah dengan nya. Aku mencoba untuk mencintai nya, memang butuh waktu lama, tapi aku berhasil. Berkat kinal yang selalu menguat kan aku akan arti cinta yang sebenarnya. Keluarga ku kian bahagia lagi setelah aku dan dika di karuniai anak perempuan yang cantik, kesepakatan ku bersama dika memberikan nama untuk putri pertama kami yaitu Kinal. Aku memilih nama ini sebagai rasa sayang ku kepada kinal. Aku ingin nanti nya kinal tumbuh besar seperti kinal yang ku kenal dulu, jiwa jendral dan bertanggung jawab yang selalu ada dalam dirinya. Aku juga berharap tak ada hubungan terlarang nanti nya, cukup hanya aku dan kinal rasakan dulu.

Suasana senja langit yang terbentang luas mengiringi setiap kebahagiaan ku, dika dan putri kami. kami tidur di menghadap keatas memandang langit bersama. Damai yang ku rasakan.

“ma, seandainya kinal ada di sini, mungkin suasana ini terlihat lebih menyenangkan J

“iya benar pa :”)” air mata ku jatuh saat itu juga. Mengingat semua kenangan ku bersama kinal dulu.

“kinal di sini ma! Pa!” teriak kinal kecil mengagetkan kami berdua

Hahahahaha aku dan dika tertawa melihat tingkah kinal kecil ini dan ku peluk erat tubuh kinal saat itu juga sambil ku cium pipi nya.

Hmm... nal aku rasa kamu bahagia disana. Keinginan mu untuk kebaikan ku sudah tercapai. Aku harap kamu mendapatkan yang terbaik di sana. Hubungan kita dulu cukup hanya aku, kamu, tata dan teh melody yang tau. Makasih buat semua rasa sayang yang pernah kamu curahkan pada ku nal, Dan awal pertama kita bertemu tak akan pernah ku lupakan J.


THE END


--------------------------------------------

haii kembali lagi nih, posting part terakhir Phtography of Love nya VeNal :D kebetulan hari ini kosong yah jadi ngk sibuk, mungkin minggu depan sibuk lagi :D oh iya, untuk part terakhir ini sengaja POV nya lebih ke Ve yah, karena Kinal disini aku buat udah ngk ada lagi hihi. sebenarnya bingung mau mengakhiri cerita nya gimana, jadi maaf kalau agak gimana gitu yah hehe :D
Terima kasih sudah membaca dan menunggu setiap part nya^^

Cast :
-Devi Kinal Putri
-Jessica Veranda
-Thalia
-Melody Nurramdhani

Story by :
Owner dan temen owner  XD

Caution :

Cerita yang kami buat ini hanya sebatas hiburan yah, ngak ada maksud buat menjelek2an siapapun. Kami buat cerita ini karena kedekatan persahabatan kinal dan ve yang unik (VENAL). Kalau di buat cerita begitu seru. Jadi di harapkan untuk tidak memberitahu kepada objek demi kebaikan objek yang di ceritakan. Terima Kasih^^ Salam 48 :p
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com